Makam di Surabaya Penuh, Cegah Corona Jangan Tambahi Pasien Lagi

klikjatim.com
TPU Keputih mulai dipenuhi makam jenazah korban Covid-19.

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kota Surabaya mulai dipenuhi jenazah korban Covid-19. Untuk itu Pemerintah Kota Surabaya mengajak warganya hidup sehat, menerapkan protokol kesehatan, selalu memakai masker agar terhindar dari penyakit Covid apalagi sampai terjadi kematian.

[irp]

Baca juga: Pilkades Serentak 2021, Pengguna Hak Pilih Wajib Prokes

Kepala UPTD Pemakaman Pemkot Surabaya Aswin Agung mengatakan, Pemkot Surabaya memang menyiapkan dua TPU khusus untuk korban Covid-19. Masing-masing TYPU Keputih seluas 1,8 hektar berkpasitas 4.000 jenazah dan TPU Babad Jerawat seluas 9.000 meter persegi berkapasitas 1.000 jenazah lebih.

Kapasitas pemakaman blok khusus Covid-19 di TPU Keputih bisa menampung sekitar 4.000 jenazah. Dan, saat ini sudah terisi sekitar 1.000 jenazah lebih. “Untuk sekarang yang dimakamkan sudah cukup lumayan (penuh) seperti itu. Kalau jumlahnya sudah sekitar 1.000 lebih. Di Babad Jerawat juga sama separuhnya juga,” tutur dia.

Baca juga: Terbaru, Magic Lightening Premium Diamond 1 Glowing Bisa Atasi Masalah Jerawat Wajah

Disebutkan, tiap hari pihaknya bisa menerima rata-rata 15-20 jenazah dari rumah sakit. Bahkan, dalam satu hari, pernah sampai 30 jenazah. “Itu satu hari awal-awal. Kalau rata-rata sekitar 15 atau 20-an jenazah. Pernah juga maksimal sehari menerima 30 jenazah,” ungkap Aswin.

[irp]

Baca juga: Pendaki Gunung Lawu HP nya Dijambret, Pelakunya Monyet

Jumlah ini sejalan dengan tingginya angka kematian Covid di Surabaya. Sebab, Surabaya juga menjadi kota tertinggi kematian Covid-19 di Indonesia. Dengan persentase hampir menembus 10 persen. Yaitu, untuk konfirmasi positif 9,01 persen (729 korban) dan suspect 9,97 persen (654 korban).

Meski demikian, Aswin mengakui, jumlah kematian kasus Covid-19 di Surabaya mulai menurun. Dia juga berharap tak ada lagi pasien yang meninggal terus-menerus. “Kalau sekarang sudah mulai turun. Dan, tidak mesti menerima jenazah lagi. Ya semoga tidak terus-terusan,” imbuhnya. (hen)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru