Petro Phonska Oca, Pupuk Cair Tingkatkan Produksi Tanaman

klikjatim.com
Phonska OCA dituangkan dalam Sprayer alam Penyemprotan Massal di lahan sawah seluas 20 hektare di Banyuwangi.

KLIKJATIM.Com | Gresik - PT Petrokimia Gresik kini mengenalkan produk terbaru mereka yakni Petro Phonska Oca. Pupuk Phonska Oca ini merupakan gabungan antara pupuk majemuk NPK dan pupuk organik dalam bentuk cair, dengan kandungan C-Organik minimal 6%, unsur hara makro Nitrogen (N),Fosfor (P), Kalium (K), dan diperkaya unsur mikro serta mikroba yang sangat bermanfaat untuk tanaman.

[irp]

Baca juga: Sambut Ramadan 1447 H, Petrokimia Gresik Salurkan Rp723,5 Juta untuk 146 Masjid dan Lembaga Sosial

Direktur Utama PT Petrokimia Gresik menyebutkan, Phonska OCA dapat menjadi solusi praktis bagi petani. Dimana kandunganpupuk majemuk berfungsi untuk meningkatkan produktivitas tanaman dan pupuk organikdapat memperbaiki kandungan hara pada tanah.

Dijelaskan, Phonska Oca telah melewati uji laboratorium di lembaga penelitian dan uji coba aplikasi diberbagai daerah. Selain tanaman padi, Phonska Oca juga dapat digunakan pada tanamanhortikultura.

“Berdasarkan hasil uji coba di berbagai daerah, Phonska Oca terbukti mampu mendongkrakproduktivitas tanaman hortikultura hingga 61 persen,” terang Rahmad.

Baca juga: Petrokimia Jadi Licensor Proyek Pabrik NPK Pupuk Iskandar Muda Aceh

[irp]

Menurutnya, uji coba pada tanaman bawang merah di Desa Dadaprejo, Kec. Junrejo Kota Batu aplikasi Phonska Oca mampu meningkatkan produktivitas sebesar 53,51% (dengan total panen 22,01ton/ha), pada kentang di Kecamatan. Bumiaji Kota Batu juga meningkatkan produktivitas hingga25,37% (16,11 ton/ha).

Baca juga: Petrokimia Gresik dan Srikandi BUMN Dorong Peningkatan Partisipasi Perempuan di Dunia Kerja

Sedangkan produktivitas cabai di Desa Kendal Payak Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang terdongkrak sampai 61,83% (8,84 ton/ha). Kemudian uji coba pada tanaman kedelai di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu sukses meningkatkan produktivitasnya sebesar 13,79% (0,99 ton/ha).

Rahmad mengajak kepada seluruh petani di Indonesia untuk menerapkan pemupukan berimbang. Yaitu perpaduan pupuk organik dan anorganik sesuai dosis yangdianjurkan. Tujuannya agar produktivitas pertanian dapat meningkat dan kelestarian alamtetap terjaga. "Kami mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama mendorong penerapan pupuk organikdan pemupukan berimbang demi keberlanjutan pertanian," pungkas Rahmad. (hen)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru