KLIKJATIM.Com | Mojokerto - Maraknya penyebaran Covid-19 melalui antrean berobat di puskesmas membuat Dinas Kesehatan Pemkot Mojokerto mengubah sistem pendafataran. Klai ini masyarakat yang hendak berobat, pendaftarannya bisa menggunakan sistem online yang sudah terintegrasi di databse puskesmas.
[irp]
Baca juga: 302 Mahasiswa Terima Beasiswa dari Pemkot Mojokerto
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menjelaskan, langkah ini untuk mengantisipasi potensi penularan virus corona (Covid-19) ke tenaga medis. Hal ini menyusul terpaparnya dua pegawai di Puskesmas Wates, Magersari. “Pemkot Mojokerto berupaya tidak melakukan penutupan terhadap pelayanan di Fasilitas Kesehatan,” tandas Walikota yang akrab disapa Ning Ita, Jumat (17/7/2020).
Dijelaskan, berdasarkan masalah itu, pihaknya akan mengatur ulang sistem pelayanan. Pertama, menerapkan sistem pendaftaran pasien secara online. Kedua, pengelompokan layanan medis yang disesuaikan dengan sesi kedatangan pasien. Dalam hal ini, Pemkot membagi tiga kategori berdasarkan tingkat kerentanan pasien.
Baca juga: Jejak Soekarno di Bumi Majapahit, Masuk Sekolah Dasar Hingga Mengulang Pelajaran Bahasa Belanda
Pada sesi pertama, Puskesmas hanya melayani pemeriksaan ibu hamil dan anak-anak. Sesi kedua dperuntukkan bagi kategori pasien yang mudah terpapar tapi tidak terlalu beresiko. “Misalnya masyarakat lanjut usia, pasien yang memiliki penyakit bawaan, seperti diabetes melitus, penyakit jantung hipertensi atau kolesterol,” tutunya.
[irp]
Baca juga: Rakerwil AMSI Jatim Fokus Pengembangan Bisnis Media dan Kualitas Konten
Jam layanan ketiga khusus untuk pasien yang memiliki resiko tinggi terpapar Covid-19. Sebelum puskesmas ditutup, petugas akan melakukan penyemprotan disinfektan ke seluruh ruangan untuk mensterilkan. Sebelumnya, pelayanan di Puskesmas Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto terpaksa ditutup sementara pada Kamis (9/7/2020). Itu menyusul dua orang pegawai yang terkonfirmasi positif virus corona.
Keduanya yakni dokter dan satpam Puskesmas setempat. Kedua pasien masuk kategori orang tanpa gejala (OTG) dan kini menjalani karantina di Rusunawa Cinde, Prajuritkulon. Pemkot baru membuka kembali pelayanan di Puskesmas Wates sepekan kemudian atau Kamis (16/7/2020). Seluruh pegawai puskesmas yang menjalin kontak dengan kedua pasien tadi telah dinyatakan negatif berdasarkan rapid dan swab test. (hen)
Editor : Tsabit Mantovani