KLIKJATIM.Com | Jember – Para perempuan rentan secara sosial dan ekonomi di Kabupaten Jember mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat. Bantuan yang diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati (Wabup) Jember, Drs. KH A. Muqit Arief ini berupa mesin jahit dan mesin obras.
Dikatakannya, para penerima bantuan ini adalah perempuan dengan penghasilan yang belum cukup dan merupakan tulang punggung keluarga. Di sisi lain, mereka juga memiliki keterampilan seperti menjahit.
Baca juga: Terungkap Siswa Cuma Masuk Hari Jumat, Disdik dan DPRD Sampang Sepakat Tutup SDN Batuporo Timur 1
[irp]
Karena itu, Pemkab Jember telah memberikan bantuan stimulan tersebut. “Jadi stimulan yang kami berikan bisa membantu menunjang perekonomian mereka,” harapnya.
Plt Kepala Dinas Sosial, Wahyu Setyo Handayani menambahkan, bantuan stimulan yang diberikan kepada perempuan ini berdasarkan pengajuan. “Bentuk bantuannya sebenarnya tidak hanya berupa mesin jahit dan mesin obras. Tapi bantuan stimulan kami assessment berdasarkan minat, bakat, dan terutama potensi. Kami sangat memperhatikan hal itu,” terangnya.
Baca juga: Mobil Dinas Diskominfo Jember Terperosok ke Jurang Akibat Longsor
Sebelum menerima bantuan, para calon penerima juga tetap dilatih terlebih dahulu. Tujuannya untuk memastikan bahwa orang yang mengajukan bantuan sesuai potensi yang dimiliki.
[irp]
“Saya berharap ilmu menjahitnya tidak hanya cukup pada ibu-ibu saja, akan tetapi disalurkan, baik pada keluarganya ataupun tetangganya. Ajaklah mereka. Saya titip, mesin jahitnya atau mesin obrasnya jangan sampai dijual,” katanya.
Musrifah, salah seorang penerima bantuan stimulan mengaku senang mendapatkan bantuan dari Pemkab Jember tersebut. Karena dirinya menjahit biasanya menggunakan mesin jahit kecil, tapi sekarang menerima bantuan mesin jahit yang ukurannya lebih besar dan bagus.
“Semoga dengan adanya bantuan ini bisa lebih baik lagi ke depannya dan berkreasi lebih banyak dalam bidang jahit menjahit,” tutur perempuan yang sudah menekuni menjahit selama 6 tahun itu. (nul)
Editor : Abdus Syukur