Pandemi Global, Permintaan Ekspor Pupuk PG Naik

klikjatim.com
Permintaan ekspor pupuk produksi PT Petrokimia Gresik ke luar negeri sejak Maret lalu mengalami lonjakan.

KLIKJATIM.Com | Gresik - Permintaan ekspor pupuk produksi PT Petrokimia Gresik ke luar negeri sejak Maret lalu mengalami lonjakan. Permintaan itu diprediksikan terjadi karena kekhawatiran dunia akan terjadi krisis pangan pasca pandemi Covid-19 yang belum mereda hingga kini.

[irp]

Baca juga: Sambut Ramadan 1447 H, Petrokimia Gresik Salurkan Rp723,5 Juta untuk 146 Masjid dan Lembaga Sosial

Direktur Utama PT Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi mengungkapkan, selama Maret hingga Juni 2020, terjadi lonjakan ekspor untuk produk Urea, NPK, NPS dan ZK. Bahkan di bulan Maret 2020. Petrokimia Gresik mencetak rekor dengan melakukan ekspor Urea sebanyak 33.000 ton ke Meksiko.

"Sehingga volume ekspor pupuk pada semester I tahun 2020 (253 ribu ton), hampir menyentuh volume ekspor sepanjang tahun 2019 (392 ribu ton)," kata Rahmad Pribadi.

Dikatakan, pandemi karena mulai awal tahun hingga sekarang dunia tengah menghadapi wabah Covid-19 yang tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan dan ekonomi, tapi juga menghantam sektor pangan dan pertanian sebagai penopang hajat hidup masyarakat.

Baca juga: Petrokimia Jadi Licensor Proyek Pabrik NPK Pupuk Iskandar Muda Aceh

Rahmad mengutarakan isu bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan peringatan kemungkinan terjadinya krisis pangan dan bencana kelaparan akibat wabah global. Sehingga negara penghasil dan pengekspor produk pertanian akan cenderung membatasi kegiatan ekspor untuk menjaga stok pangan dalam negerinya.

[irp]

"Ini mengakibatkan supply shock yang pada akhirnya mendisrupsi rantai pasok pangan nasional. Untuk itu, Indonesia harus memperkuat sektor produksi pertanian domestik sebagai penopang utama ketahanan pangan nasional. Tanpa itu, Indonesia tidak akan aman," kata Direktur Utama Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi.

Baca juga: Petrokimia Gresik dan Srikandi BUMN Dorong Peningkatan Partisipasi Perempuan di Dunia Kerja

Kendati menjalankan operasional bisnisnya di tengah wabah, lanjut Rahmad, Petrokimi Gresik membaca krisis ini ibarat pedang bermata dua yang selalu menghadirkan peluang dan tantangan. “Terganggunya rantai pasok global memberikan peluang bagi Petrokimia Gresik untuk meningkatkan ekspor,” kata Rahmad.

Sedangkan, tantangan selama wabah Covid-19 ini adalah menjaga pertanian sebagai benteng ketahanan pangan nasional. Sektor ini harus tangguh dalam membantu stabilitas ekonomi serta mampu menyediakan makanan sehat bagi masyarakat dalam jumlah yang cukup untuk meningkatkan imunitas tubuh.  (hen)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru