KLIKJATIM.Com | Banyuwangi - PT Pupuk Kaltim saat ini sedang mengembangkan konsep kemitraan pertanian berkelanjutan. Langkah itu untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian demi terwujudnya kesejahteraan para petani.
[irp]
Baca juga: Bea Cukai Banyuwangi Musnahkan Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal
“Ini pertama kalinya uji coba konsep kemitraan bersama stakeholder setempat. Diantaranya, Dinas Pertanian sebagai pengawal budidaya pertanian, swasta yang memberikan sarana produksi untuk petani dan petani,” kata General Manager Pemasaran PSO PT Pupuk Kaltim, Muhammad Yusri saat panen demplot padi di Desa Bubuk, Kecamatan Rogojampi, Sabtu (11/7/2020).
Dikatakan, hasil pertanian yang digarap pada sistem kemitraan terbukti meningkatkan produktivitas tanaman padi. “Di demplot ini, hasil panen padi bisa mencapai 8,8 ton perhektar. Ini meningkat dibandingkan sebelumnya yaitu sekitar 4-6 ton perhektar. Jadi kalau dikonversi ke rupiah ada kenaikan 9 juta rupiah,” ungkapnya.
Baca juga: Padukan Fashion dan Safety Riding, 200 Pengendara New Honda Stylo 160 Ramaikan Kota Banyuwangi
Para petani, kata Yusri, tidak hanya sekedar menanam dan merawat padi seperti biasa. Karena ada pola tanam yang diterapkan. “Mulai dari pola pemupukan berimbang dan lainnya,” katanya.
[irp]
Baca juga: Selewengkan BBM Bersubsidi, Pertamina Segel SPBU di Banyuwangi
Sementara itu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyebut, konsep kemitraan ini cukup menarik. Pihaknya meminta Dinas Pertanian dapat menerapkan pola yang sama.
“Saya tertarik yang pertama pola kemitraan ini, karena diinisiasi petani ini mendapat jaminan harga gabahnya sudah dipastikan, sehingga rentang naik turunnya dapat terkendali. Sehingga ini jika dapat diterapkan dan ini menguntungkan petani saya rasa menarik,” ungkapnya.(hen)
Editor : Abdus Syukur