KLIKJATIM.Com | Probolinggo - Sudah pernah ke Gunung Bromo lalu mampir ke air terjun Madakaripura. Jika sudah tentu pesona alam dan deretan air terjunnya sangat menawan untuk dikunjungi. Bagi yang belum, buruan saja deh, jika kawasan ini sudah dbuka dan aman dari Covid-19 untuk menengoknya.
[irp]
Baca juga: Perkuat Sinergi Industri Gula, PT SGN Gelar Halalbiihalal Bersama Petani Tebu Rakyat di Probolinggo
Terlepas dari keindahan air terjun Madakaripura asli suku Tunggu di lereng Gunung Bromo meyakini air terjun ini adalah tempat Mahapatih Kerajaan Majaphit, Gajah Mada muksa atau menghilang. Sehingga, tia menjelang perayaan Yadnya Kasada, warga Suku Tengger Bromo mengambil air suci (mendak tirta) dari Madakaripura.
Kegiatan Mendak Tirta digelar serentak Jumat (3/7/2020) di sejumlah tempat petirtaan, salahsatunya di air terjun Madakaripura. Warga yang mengikuti prosesi berjalan kaki, bersama sejumlah tokoh agama dan masyarakat Suku Tengger menuju air terjun yang berjarak lebih dari 2 kilometer dari tempat parkir wisata di Desa Negoro Rejo, Kecamatan Lumbang.
“Ini adalah salah satu tahapan dalam ritual Yadnya Kasada. Mendak Tirta atau mengambil air suci merupakan rangkaian yang tak terpisahkan. Ada empat mata air yang digunakan sebagai lokasi mendak tirta,” ujar Bambang Suprapto, tokoh agama masyarakat Suku Tengger.
[caption id="attachment_25557" align="alignnone" width="300"]
Eskotisme air terjun Madakaripura menarik untuk dikunjungi.[/caption]
Baca juga: Pemkab Probolinggo Jadikan Bromo Medic Run Sebagai Sport Tourism
Selain air terjun Madakaripura, tiga sumber air suci lainnya adalah sumber mata air Watu Klosot di Senduro, Lumajang. Kemudian sumber mata air Widodaren, kawasan Bromo Pasuruan, dan Rondo Kuning, Ranupane, Lumajang.
Pengambilan sumber mata air dilakukan oleh dukun pandita disertai dengan pembacaan mantera. Tidak semua warga Suku Tengger dapat mengikuti ritual ini. Air suci tersebut, lantas dibawa ke Pura Luhur Poten di kaki Gunung Bromo. Sebagai kelengkapan untuk menggelar upacara Yadnya Kasada.
[irp]
Baca juga: Tanah Longsor Putuskan Akses Jalan Wisata Madakaripura Probolinggo
Air terjun Madakaripura dipilih karena diyakini sebagai air suci nan keramat. Dahulu kala, tempat itu menjadi pertapaan Gajah Mada, Patih Kerajaan Majapahit. Konon sebelum mengucapkan Sumpah Palapa, Gajah Mada bertapa di air terjun tersebut.
“Gajah Mada merupakan leluhur Suku Tengger. Di tempat keramat ini, beliau melakukan tapa brata sebelum mengucapkan amukti sumpah palapa. Dimana setelah itu, beliau mempersatukan nusantara,” kata Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo itu.
Perayaan Yadya Kasada akan dilaksanakan pada Senin-Selasa, 6-7 Juli 2020 di Pura Luhur Poten Bromo. Dilanjutkan dengan ritual larung sesaji hasil pertanian di kawah Gunung Bromo. Pada ritual tahun ini, akan ada pengangkatan dukun pandita baru. (hen)
Editor : Redaksi