New Normal, Pemkab Pilih Tutup Wisata di Pacitan

klikjatim.com
Salahsatu tempat wisata di Kabupaten Pacitan yang masih ditutup oleh pemerintah setempat.

KLIKJATIM.Com | Pacitan - Kendati pemerintah mulai mensosialisasikan masa transisi menuju new normal, namun sejumlah tempat wisata di Kabupaten Pacitan masih ditutup. Itu terjadi karena Pemerintah Kabupaten Pacitan memilih memperpanjang masa penutupan objek wisata di Pacitan.

[irp]

Baca juga: Beli Motor Berhadiah Motor! MPM Honda Jatim Gelar Program Undian Untukmu Konsumen Honda Khusus Warga Pacitan

Obyek wisata di Pacitan yang masih melakukan lockdown itu berada di bawah Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga disparpora). Di antaranya wisata Pantai Buyutan, Pantai Klayar, Pantai Watukarung, dan Pantai Srau.

Berikutnya adalah Pantai Taman, Pantai Pancer Door, Gua Gong, dan Gua Tabuhan. Destinasi wisata lain yang tak luput dari penutupan adalah Pemandian Air Hangat Tirto Husodo di Desa Karangrejo, Kecamatan Arjosari.

Wakil Bupati Pacitan Yudi Sambuogo beberapa waktu lalu mengatakan, keputusan menutup sejumlah obyek wisata diambil setelah melalui pertimbangan matang. Salah satunya mengacu masukan maupun hasil kajian dan evaluasi dari dinas terkait.

Baca juga: Gubernur Khofifah Padukan Solidaritas Sosial dan Pelestarian Lingkungan

"Dengan masukan dinas terkait dan dikomunikasikan dengan dinas yang lain tentunya dengan pertimbangan (Covid-19) ini, untuk obyek wisata kita tutup," tambahnya.

[irp]

Namun langkah perpanjangan penutupan itu dikritik kalangan dewan. Mereka menilai pemkab tidak konsisten dalam membuat perencanaan program new normal. "Kita tidak bisa terus seperti ini. Mungkin nanti kalau ada yang positif (Covid-19) baru lagi, pembukaan objek wisata harus diundur kembali," kata Ketua Komisi II DPRD Pacitan Ronny Wahyono.

Baca juga: Gubernur Khofifah Tinjau Rekonstruksi Dua Jembatan di Desa Tambakrejo Pacitan,

Menurutnya, relaksasi sektor pariwisata sebetulnya bisa mencontoh pelaksanaan tahapan pilkada selama pandemi. Seperti menerapkan protokol kesehatan pada setiap operasionalnya. "Karena ada hal yang tidak bisa ditunda dari sisi ekonomi, sekalipun berdasarkan (pandangan) kesehatan. Tentu penginnya lockdown sampai pandemi korona ini selesai," ujar politisi Partai Demokrat itu.

Ronny meminta pemkab waspada akan munculnya gejolak sosial terkait penundaan relaksasi sektor pariwisata. "Teleng Ria, misalnya, mereka sudah menyiapkan protokol kesehatan dan berharap pada 18 Juni buka. Bahkan, mereka sampai promosi pemangkasan tarif sewa kamar dan sebagainya," ujar mantan ketua DPRD periode 2014–2019 tersebut. (hen)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru