Sekdaprov Sebut Kampung Tangguh Untuk Putus Mata Rantai Penularan Covid-19

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Heru Tjahjono,mengatakan program Kampung Tangguh merupakan upaya kalaborasi antara pemerintah dan masyarakat yang bertujuan memutus mata rantai penyebaran Covid19 di Jawa Timur.

[irp]

Baca juga: Semarakkan HUT Ke-81 RI, Pelindo Terminal Petikemas Gelar Pemeriksaan Kesehatan untuk 200 Balita dan Lansia

Dikatakan, Kampung Tangguh yang dibuat dan dikembangkan di kabupaten dan kota di Jatim kini jumlahnya semakin bertambah  banyak. Kampung tangguh ini untuk memproteksi Covid19 di hulu agar terus berkurang dan masif. Di kampung tangguh telah terdaftar komplit data masyarakat mulai nama-nama terkonfirmasi, pasien dalam pengawasan (PDP), Orang Dalam Pengawan (ODP) maupun Orang Tanpa Gejala (OTG).

"Karena di kampung tangguh ada buku tamunya dan orang-orang yang keluar masuk harus patuh terhadap protokol kesehatan, seperti harus bermasker dan diperiksa suhu badannya. Di sinilah masyarakat bersama sama ingin membantu pemerintah mempercepat Penanganan covid19," ujar Heru Tjahjono saat konferensi pers update Covid19 secara virtual dari Gedung Negara Grahadi.

Baca juga: Anak Pengasuh Panti Asuhan di Surabaya Cabuli Penghuni Panti

Saat ini jumlah kampung tangguh di Jatim bervariasi, yakni mulai 10-50 desa per kabupaten/kota. Di dalam kampung Tangguh wajib diterapkan protokol kesehatan pada setiap warganya. Kampung juga dilengkapi dapur umum, ruang pemeriksaan kesehatan, hingga lumbung logistik.[irp]

Di kampung tangguh, warga saling mengingatkan untuk tidak berkerumun. Di setiap sudut jalan atau jarak tiga rumah ada westafel plus sabun cuci tangan. Ada lumbung pangan, divisi kesehatan, hingga divisi pemakaman untuk membantu tim medis kalau kekurangan petugas.

Baca juga: Semarakkan HUT Ke-81 RI, PT Terminal Teluk Lamong Gelar Lomba Seru hingga Pesta Rakyat

"Kampung tangguh menjadi salah satu kunci sukses untuk mencegah dan menekan persebaran Covid-19. Warga saling peduli, berbagi, dan bergotong royong," ujar Heru Tjahjono.(hen)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru