Polda Jatim Lakukan 3 T Untuk Ojol Penjemput Pasien Covid

klikjatim.com
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Kepolisian Daerah jawa Timur melakukan langkah terukur untuk melacak sejumlah ojek online yang menjemput paksa jenazah DAW (39) hingga ke pemakanan tanpa protokol Covid-19. Langkah itu meliputi 3 T yakni Testing, Tracing hingga Treatment pada ojol hingga keluarga yang memakamkan tanpa protokol Covid-19.

[irp]

Baca juga: Polda Jatim Ungkap Sindikat Curanmor di Pasuruan Dibongkar, Tiga Tersangka Diamankan

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan, pihaknya akan melakukan langkah penegakan hukum. Namun tetap mengedepankan langkah edukasi dan preventif.

"Langkah-langkah penegakan hukum, maka akhirnya kembali lagi tidak bosan, tidak lelah, tidak pernah capek bahwasanya kita ini dalam gugus tugas, Polda Jawa Timur juga memberikan preventif artinya edukasi tetap terus ya," kata Truno, Rabu (10/6/2020).

Tak hanya melihat terkait aspek hukumnya saja, kata dia, langkah hukum yang dilakukan Polda Jatim juga mempelajari aspek sosiologisnya.

"Kami akan lakukan langkah hukum, Kapolda Jawa Timur menyampaikan kita harus melakukan penegakan hukum kalaupun akhir, tapi secara solutif dan humanis. Yang harus kita lakukan langkahnya, jadi jangan sampai kalau kita hanya melihat dari aspek yuridis nanti kita juga mempelajari aspek sosiologisnya, bagaimana solusinya, kita tentu harus memberikan edukasi ke masyarakat," ujarnya.

[irp]

Untuk upaya 3T yang dilakukan, Truno akan belerja sama dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Jatim. Hal ini dinilainya penting agar para rekan ojol dan keluarga yang tertular bisa diidentifikasi dan dilakukan treatment agar tidak menular.

"Itu kan ada orang dalam risiko tentunya kita harus melakukan testing. Setelah ada hasilnya ternyata reaktif dan harus swab, kemudian yang kedua kita tracing, rekan ojol atau pihak keluarga yang ikut memakamkan, kita lakukan secara massal," papar Truno.

Baca juga: Gubernur dan Forkopimda Jatim Bersama Ribuan Buruh Peringati May Day 2026

"Setelah itu kita lakukan treatment apabila hasilnya positif. Tugasnya pemerintah daerah dibantu oleh Polri. Tentunya akan mudah ya mengidentifikasi siapa saja dan ketika nanti data itu ada dari tim 3T, tentu kita akan melakukan langkah kita di penegakan hukum yang sifatnya humanis dan solutif," lanjut Truno.

Ia menambahkan di Indonesia memang ada sebuah tradisi untuk memberi penghormatan terakhir pada rekan atau keluarga yang meninggal. Namun di era transisi new normal ini, Truno menyarankan hal tersebut tak lagi dilakukan.

[irp]

"Di sini sekarang sudah masa transisi untuk ke new normal, ini ada protokol kesehatan, ini terus kami edukasi. Jadi sesuatu yang tidak biasa sekarang harus dibiasakan," pesan Truno. Selain itu, Truno berpesan pada masyarakat untuk menyesuaikan diri dan mematuhi protokol pencegahan Covid-19 di era transisi new normal ini.

Baca juga: Rayakan May Day di Kantor Gubernur, Khofifah-Emil Guyur Ribuan Buruh Jatim dengan "Kado" Kebijakan Strategis

"Vaksinnya belum ditemukan. Kita memasuki era transisi menuju new normal. Nah ini sekarang ada protokol kesehatan yang memang tidak terbiasa menjadi normal nantinya adalah tetap disiplin pada protokol dan ikuti imbauan pemerintah," pungkasnya.

Sebelumnya diketahui, pada Minggu (7/6/2020) para pengemudi ojek online di Surabaya melakukan aksi solidaritas menjemput jenazah srikandi ojol, DAW yang meninggal di RSU dr Soetomo. Para ojol meminta DAW untuk dimakamkan tanpa protokol pemulasaran jenazah Covid-19 karena yakin rekannya diyakinin tak positif.

DAW sempat mengalami kecelakaan karena dijambret di sekitar kawasan Darmo Harapan. Pihak RS pun menyarankan pemakaman dengan protokol Covid-19 dan menyebut status DAW sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Usai dimakamkan tanpa protokol, hasil test DAW baru keluar dan diketahui ternyata positif Covid-19.

Kepastian hasil positif DAW itu yang disampaikan oleh Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi yang juga Dirut RSU dr Soetomo, Selasa (9/6/2020) malam. (hen)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru