KLIKJATIM.Com | Surabaya—Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim membeberkan prosentase usia warga Jatim yang positif terinfeksi virus corona atau covid-19. Hingga Senin (1/5/2020) total sebanyak 4.920 warga Jatim dinyatakan positif covid-19.
Dari data Gugus Tugas Kuratif Percepatan Penanganan Covid-19 di Jatim, dari total orang yang positif, yang paling banyak terinfeksi mereka yang berada di usia 40-49 tahun. Jumlahnya 23, 18 persen dari total semua pasien positif. Kemudian orang di usia 50-59 tahun 21,67 persen. Untuk usia orang di atas 60 tahun 20,74 persen yang terinfeksi.
Baca juga: Apresiasi Loyalitas, 78 Personel Polres Bojonegoro Terima Tanda Kehormatan Negara
[irp]
Kemudian orang berusia antara 30-39 tahun jumlahnya di Jatim juga lumayan banyak. Jumlahnya mencapai 15,74 persen. Sedangkan untuk rentang 20-29 tahun yang terkonfirmasi positif covid-19 di Jatim sebanyak 10,37 persen.
Selain itu, ternyata di Jatim juga ada orang di rentang usia 6-19 tahun sebanyak 5,94 persen. Rata-rata mereka yang berada di usia ini anak yang masih sekolah. Kemudian di Jatim juga ada anak-anak di bawah umur lima tahun (balita) yang dinyatakan positif sebanyak 86 orang, atau setara dengan 1,75 persen dari total seluruh kasus positif.
Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi mengatakan,dari data tersebut menunjukkan kasus covid-19 di Indonesia berbeda dengan kasus di luar negeri. Jika di luar negeri banyak pasien positif terinfeksi covid-19, di Indonesia justru banyak orang di usia produktif juga terseang virus ini.
“Kemudian kalau dari data yang kita tabulasi, secara demografi laki-laki mendominasi. Laki-laki 54 persen, perempuan 46 persen. Mungkin karena laki-laki yang lebih banyak di luar,” terang Joni yang juga Direktur RSUD dr Soetomo, Surabaya.
Baca juga: Petaka Sopir Mengantuk, Xpander Seruduk Motor, PKL, hingga Warung Sembako di Sumenep
Joni juga mengatakan, dari data yang dicatat, bahwa aksioma anak-anak kebal dari virus juga terbantahkan. Justru untuk anak balita sistem imunitasnya masih belum terbentuk sempurna. Logikanya, jelas Joni, anak-anak juga mudah terinfeksi virus corona.
“Selama ini jumlah anak-anak yang terpapar covid-19 sangat sedikit karena mereka lebih banyak di rumah, tergantung mobilitas orang tua mereka. Berdasarkan data ini anak umur di bawah lima tahun itu tergolong kecil. Kira-kira 1,75 persen. Mungkin karena anak-anak, ya, di rumah saja,” terang Joni saat konferensi pers di Gedung Grahadi, Surabaya, Senin (1/6/2020).
[irp]
Baca juga: Anggaran Sampang Dipangkas, Komisi II DPRD Desak Desa Mandiri dan Berhenti Berpangku Tangan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur dalam kesempatan yang sama mengingatkan masyarakat Jatim lebih waspada. Terutama tentang keberadaan orang tanpa gejala (OTG).
Persentase orang tanpa gejala yang terpapar covid-19 di Jawa Timur terus meningkat. Terakhir sudah mencapai 34 persen dari sebelumnya di kisaran angka 20-30 persen.
Persentase pasien dalam pengawasan (PDP) yang dinyatakan positif covid-19 Jatim justru menurun tidak sampai 50 persen. Jumlah PDP yang masih diawasi di Jatim saat ini sebanyak 3.202 pasien. (hen)
Editor : Redaksi