Sejumlah Saluran Air di Wilayah Kota Gresik Dangkal, Pengerukan Terkendala Tiang Pancang dan Alat Berat

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif meninjau pintu saluran drainase di Wilayah Gresik Kota. (Dok)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Sedimentasi di sejumlah saluran air menjadi salah satu persoalan yang perlu segera ditangani Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik untuk mengantisipasi banjir di kawasan perkotaan. Pengerukan saluran hingga pembenahan sistem operasional rumah pompa menjadi perhatian menjelang musim hujan.

Persoalan tersebut ditemukan saat Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif meninjau sejumlah rumah pompa dan saluran air bersama Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (CKPKP), Sabtu (7/11/2026).

Baca juga: Operasi Cipta Kondisi Gabungan di Lima Lokasi Gresik, 29 Orang Diamankan dan Dua Positif Penyakit Menular Seksual

Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah rumah pompa Pulopancikan. Selain memeriksa kesiapan operasional pompa, Alif menyoroti sistem pengoperasian yang masih menggunakan mekanisme manual. Ia meminta agar sistem tersebut dikaji untuk ditingkatkan menjadi otomatis sehingga lebih responsif dalam mengendalikan debit air.

Alif juga meminta penanganan sedimentasi di sejumlah saluran segera dikoordinasikan. Endapan yang menumpuk dinilai dapat menghambat aliran air, terutama pada saluran yang terhubung dengan rumah pompa dan muara sungai.

“Penanganan sedimentasi ini perlu segera ditindaklanjuti. Kita akan koordinasikan dengan perangkat daerah terkait agar pengerukan dapat dilakukan secara optimal. Tentunya, pelaksanaannya harus memperhatikan kondisi infrastruktur yang ada,” tegasnya.

Kepala Dinas CKPKP Kabupaten Gresik, Ida Lailatussa’diyah, menyebut terdapat sejumlah rumah pompa yang menjadi perhatian dalam persiapan menghadapi musim hujan. Lokasinya meliputi Pulopancikan, Kali Tutup Timur, Kali Tutup Barat, Kali Tuwo, serta dua rumah pompa di kawasan Banjarsari, tepatnya di belakang kompleks Pemerintah Daerah.

Menurut Ida, rumah pompa Pulopancikan menjadi salah satu titik krusial karena berkaitan dengan kondisi air pasang. Karena itu, kesiapan pompa dan kelancaran saluran menuju muara perlu dipastikan.

Baca juga: GINOFEST 2026 Resmi Dibuka, Pemkab Gresik Dorong Inovasi Berbasis Budaya dan Kolaborasi

Persoalan serupa juga ditemukan di kawasan Kali Tutup Timur. Rumah pompa dan pintu air di lokasi tersebut berkaitan dengan potensi banjir di kawasan Saman Hudi. Sedimentasi pada saluran perlu ditangani agar aliran air menuju Pulopancikan tidak terhambat.

Di kawasan Raden Santri, Pemkab Gresik juga merencanakan pembangunan saluran yang menghubungkan kawasan Saman Hudi dengan area pelabuhan melalui tujuh ruas saluran. Aliran air dari kawasan tersebut nantinya diarahkan menuju Pulopancikan dan Kali Tutup Timur.

Sementara itu, pengerukan di sejumlah pintu air kawasan WEP yang mengarah ke utara dan Pulopancikan membutuhkan penanganan khusus. Pasalnya, terdapat tiang pancang bangunan yang harus dilindungi serta keterbatasan ruang untuk mobilisasi alat berat.

Baca juga: Pemkab Gresik Perkuat Komitmen Pengendalian Penyakit Menular

Ida mengatakan, persoalan tersebut perlu dibahas lebih lanjut bersama Wakil Bupati Gresik, terutama menyangkut kebutuhan teknis, mobilisasi peralatan, dan dukungan anggaran. Dengan perencanaan yang matang, pengerukan diharapkan dapat dilakukan tanpa mengganggu infrastruktur yang sudah ada.

Pemkab Gresik berupaya meminimalkan risiko banjir akibat curah hujan tinggi maupun pasang air laut. Selain pembenahan infrastruktur, masyarakat juga diminta menjaga fungsi saluran dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Kondisi saluran air yang terjaga dan kesiapan rumah pompa menjadi faktor penting untuk mengurangi potensi genangan serta dampak banjir di kawasan perkotaan Gresik.

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru