Kapal Angkutan Penumpang Tenggelam di Perairan Probolinggo

klikjatim.com
Kapal yang tenggelam dievakuasi oleh kapal lainnya menuju dermaga Probolinggo pelabuhan

KLIKJATIM.Com | Probolinggo - Diduga karena kelebuhan muatan, sebuah kapal penyeberangan yang melayani rute Probolinggo – Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Tenggelam. Kapal KMN Mandala bertonase 4GT tersebut tenggelam di dermaga Pelabuhan Tembaga Probolinggo.

[irp]

Baca juga: Truk Rem Blong Hantam Antrean di Perlintasan Probolinggo, 1 Keluarga Tewas Seketika

Informasi yang dihimpun, kapal milik Busar, warga Pulau Gili Ketapang itu, bertolak ke Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo, untuk setor ikan hasil tangkapan nelayan. Akibat dari kejadian ini, pemilik mengalami kerugian antara Rp5 juta hingga Rp10 juta.

“Diduga muatan kapal itu, melebihi kapasitas yang ditampungnya. Selain itu, lambung kapal rendah, sehingga air masuk ke badan kapal,” terang Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Tembaga Probolinggo, Capt Subuh Fakkurrohman.

Dikatakan, kapal yang seharusnya digunakan untuk memuat orang atau penumpang itu, dialih fungsikan menjadi kapal pengangkut ikan hasil tangkapan nelayan, karena sepi penumpang. "Kami pertama kali mendengar kabar kapal karam itu, melalui panggilan darurat dari stasiun radio pantai (SRP) Probolinggo. Begitu ada laporan, kami merapat ke lokasi, dan memberikan pertolongan,” kata Capt Subuh.

Baca juga: Arumi Bachsin Sosialisasikan Gemarikan di SDN Randutatah Probolinggo, Dorong Generasi Sehat Bebas Stunting

[irp]

Dijelaskan, insiden itu tidak sampai merenggut nyawa. Sebab sejumlah ABK yang turut serta dalam pelayaran tersebut, selamat. Sebelum ada bantuan dari pihak KSOP, sejumlah nelayan lain sudah turut mengamankan kapal yang karam. Guna mengevakuasi kapal yang karam, sedikitnya ada beberapa kapal nelayan lain yang membantu.

Baca juga: Perkuat Sinergi Industri Gula, PT SGN Gelar Halalbiihalal Bersama Petani Tebu Rakyat di Probolinggo

“Jadi sebagian muatan kapal kami bantu evakuasi, serta kapal yang karam ditarik ke pelabuhan. Oleh kapal nelayan yang lain,” kata Subuh.

Saat kejadian, cuaca di lokasi kejadian atau 1,5 mil dari Pulau Gili ke arah Probolinggo, sedang kondusif. Subuh menyebut, gelombang tidak ada, angin kencang tidak ada, sehingga arus juga tenang. “Jadi ini murni karena kelebihan muatan. Kami imbau masyarakat untuk memperhatikan aspek keselamatan saat berlayar. Mulai dari alat evakuasi, sampai kapasitas muatan yang bisa ditampung kapal,” pungkasnya. (hen)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru