KLIKJATIM.Com | Surabaya - Sejak dibuka 16 Mei lalu, hingga kini Asrama Haji Sukolilo Surabaya atau Hotel Asrama Haji (HAH) masih mengisolasi 206 pasien terkait Covid-19. Mereka menempati kamar isolasi yang berkapasitas 354 kamar di tiga gedung sektor E yang lokasinya berada dibelakang gedung utama Asrama Haji.
[irp]
Baca juga: Gubernur dan Forkopimda Jatim Bersama Ribuan Buruh Peringati May Day 2026
"Sudah 12 hari Asrama Haji Sukolilo ini digunakan dan ada 206 pasien Covid-19 yang menjalani karantina. Pasien tersebut merupakan pasien rawat jalan dengan status OTG, ODP, PDP. Namun ada juga pasien dengan status konfirmasi dan reaktif. Di karantina ini kalaupun konfirmasi (positif) yang rawat jalan," ujar Menurut Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Irvan Widyanto.
Dikatakan, pihaknya juga membuat nyaman para pasien dengan pelayanan dan fasilitas yang membuat nyaman pasien selama diisolasi 14 hari tersebut. Setiap pagi diadakan senam bersama. Tujuannya agar daya tubuh tetap terjaga, bahkan Wali Kota Tri Rismaharini juga menyiapkan mainan anak dan buku bacaan.
"Kami pastikan di tempat karantina ini juga telah dilengkapi semacam pos yang dilengkapi receptionis. Di tempat tersebut juga ada hotline yang bisa dihubungi oleh para tamu Hotel Asrama Haji. Sehingga kalau mereka butuh apa-apa bisa melalui hotline itu, sehingga sebisa mungkin kita penuhi, apapun itu, dan selama ini sudah berjalan seperti itu,” ungkapnya.
[irp]
Ditambahkan, petugas di ruang lobi diminta untuk selalu mengecek makanan mereka, jangan sampai terlambat atau tidak sesuai dengan keinginan mereka. Sebab, mereka butuh meningkatkan imun supaya lekas sembuh.
Sementara itu Kepala UPT Asrama Haji Sukolilo, Sugianto mengatakan bahwa kapasitas tiga gedung tersebut sudah cukup untuk menjadi ruang isolasi. Dirinya berharap tidak akan ada penambahan pasien lagi sehingga gedung tidak perlu ditambah. "Mudah-mudahan tidak nambah gedung. Kapasitas tiga gedung insyaallah masih cukup," harapnya.
Terkait dengan penggunaan gedung asrama haji yang semula hanya digunakan untuk pasien ODP dan PDP, namun adanya pasien yang positif Covid-19. Meski penyelenggaraan haji juga masih menjadi pembicaraan. Sugianto menegaskan bahwa nantinya setelah isolasi, asrama haji harus bersih, steril dengan disinfektan, "Kami minta untuk pembersihan ruangan yang betul-betul bersih dan steril sampai aman digunakan Jemaah" tegasnya.
Sugianto menjelaskan bahwa penggunaan ruang isolasi akan berakhir pada (15/6). "Jadi kesepakatan dengan Pemkot harus sudah berakhir paling lambat 10 hari sebelum kloter 1 masuk Asrama Haji (25/6)," pungkasnya. (hen)
Editor : Redaksi