Dokter RS Surabaya Kritik Cara Wali Kota Risma Tangani Covid

klikjatim.com
Cuitan dr Aditya Joannatama yang menjadi viral karena mengkritik kinerja Wali Kota Surabaya menangani Covid-19.

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Sebuah linimasa di Twitter diramaikan dengan postingan seorang dokter yang memiliki akun @cakasana. Akun yang mengaku milik seorang dokter bernama Aditya J. Janottama mengkritik langkah Wali Kota Surabaya dan Pemkot Surabaya dalam menangani Covid-19.

[irp]

Baca juga: Gubernur dan Forkopimda Jatim Bersama Ribuan Buruh Peringati May Day 2026

Saat mengawali utas, Aditya J Janottama menyebut dirinya dokter yang bekerja di salah satu RS rujukan di Surabaya. 'Informasi bbrp tidak bisa saya sebutkan sumbernya, tp insyaallah valid,' dalam cuitanya.

Dokter ini kemudian membeber bobroknya penananan Covid di Surabaya. Salah satunya terkait Pemkot Surabaya yang hanya memberikan bantuan wedang pokak dan telur rebus saja kepada tenaga medis. “Loh kalau gitu, apa yang dilakukan pemkot untuk nakes2 ini? Let’s say, close to nothing. Nada,” katanya. “Eh lupa. Ada sih yang dikasih pemkot… yaitu…

"TELOR REBUS SAMA WEDANG JAHE. ANJIR GUE DISINI NGEHADEPIN PASIEN COVID BENERAN ELO CUMA KASIH GITUAN" sebutnya lagi.

Mendengar kritikan ini, Kadiskominfo Pemkot Surabaya M. Fikser akan mengundang pemilik akun Twitter @cakasana. Dia akan meminta dokter tersebut datang dan berdiskusi bersama jajaran Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Surabaya. Hal ini terkait dengan cuitannya yang memberikan kritik keras kepada Pemkot Surabaya tentang kebijakan yang diambil selama masa pandemi.

[irp]

“Kalau memang beliaunya kurang puas atau punya ide, bisa datang langsung ke gugus tugas untuk diskusi bersama kami. Pemikiran Beliau pasti bisa berguna untuk menangani hal ini. IDI Surabaya sudah melakukan koordinnasi dengan baik bersama kami,” kata Fikser.

Baca juga: Rayakan May Day di Kantor Gubernur, Khofifah-Emil Guyur Ribuan Buruh Jatim dengan "Kado" Kebijakan Strategis

“Kami menyayangkan kenapa itu disampaikan ke media sosial berpotensi membuat disinformasi. Makanya ini kami luruskan,” tambahnya.

Terkait bantuan APD kepada tenaga medis, Fikser memastikan jika hal itu sudah menjadi perhatian khusus Pemkot Surabaya. “Sebanyak 60 ribu lebih APD telah diberikan merata ke seluruh rumah sakit. tapi apakah itu sampai ke tenaga kesehatan yang bertugas, kami tidak tahu. itu Bu Risma langsung mendistribusikan,” bebernya.

[irp]

Sementara itu manajemen RS Royal kepada wartawan di Surabaya mengambil sikap atas cuitan tersebut. Menurut drg Henny Poeri Margastuti, MARS, Direktur RS Royal Surabaya pendapat yang disampaikan oleh Aditya J Janottama merupakan pandangan pribadi.

Baca juga: Jauh dari Kesan Anarkis, Pekerja PTPN I Regional 5 Pilih Istighosah dan Doa Bersama Peringati May Day 2026

Selain itu, Pihak RS pun tidak bertanggung jawab atas apa yang dilakukan dr Aditya di media sosial maupun media lain. Namun, pihak RS menyayangkan adanya insiden tersebut dan akan menindak lanjuti dengan melakukan investigasi kepada dr Aditya.

Dalam surat resmi yang ditujukan kepada Walikota Tri Rismaharini, dijelaskan bahwa insiden tersebut berpotensi adanya pelanggaran kode etik yang akan dilanjutkan ke Komite Etik dan Hukum RS Royal. Jika diketemukan pelanggaran maka pihak RS akan memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku berdasarkan rekomendasi dari Komisi Etik dan Hukum RS Royal Surabaya.

Hal senada disampaikan dr Dewa Nyoman Sutanaya SH M Hkes MARS, Kepala Bidang Penunjang Medis. Dia mengkonfirmasi kebenaran surat resmi tersebut dan menegaskan bahwa pihak RS Royal Surabaya tidak bertanggung jawab atas apa yang terjadi kepada dr Aditya.

“Itu pendapat pribadi semua dikembalikan ke yang bersangkutan salah atau benar tindakannya. Tapi saat ini kami sudah berkoordinasi dengan pemkot. Tinggal menunggu hasil sidang komisi etik,” ujar dr Dewa Nyoman, Rabu (27/5/2020). (hen)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru