KLIKJATIM.Com | Surabaya - Sebuah utas di twitter terkait penolakan pasien Covid dan penghentian pemeriksaan laboratorium swab PCR di ITD Unair menjadi viral Rabu (27/5/2020). Namun kabar itu dibantah oleh pihak RSU Unair maupun Humas Universitas Airlangga Surabaya.
[irp]
Baca juga: Gubernur dan Forkopimda Jatim Bersama Ribuan Buruh Peringati May Day 2026
Sebelumnya, sempat beradar utas twitter yang cukup viral terkait beredarnya surat yang berisi penghentian layanan laboratorium RS Unair. Dalam surat tersebut, disampaikan jika petugas lab ITD Unair terpapar Covid-19 dan sementara menghentikan sampel selain dari RS Unair. Sejumlah poit dalam surat di antaranya berisi serangkaian test terhadap tenaga laboratorium ITD Unair yang menunjukkan hasil bahwa beberapa tenaga laboratorium positif terpapar virus COVID-19, melalui surat ini kami menyampaikan beberapa langkah yang diambil sebagai upaya menjamin kesehatan tenaga laboratorium dan pelayanan di ITD UNAIR.
Surat lainnya juga berbunyi ada dua point penting kepada Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Diantaranya yang pertama melakukan tracing pelacakan kasus dan pengetesan secara massive terhadap staf untuk memutus mata rantai penyebaran atau penularan. Kedua, Dikarenakan tenaga laboratorium ITD UNAIR sebagian terpapar virus Covid-19 dan kapasitas pemeriksaan yang kami miliki akan berkurang, untuk sementara waktu ITD UNAIR hanya menerima sampel baru dari COVID-19 dari Rumah Sakit UNAIR.
Kemudian surat Edaran RSUA terkait penuhnya ruang perawatan pasien COVID-19 dan kurangnya nakes beredar di masyarakat. Dalam surat itu terdapat empat poin yang dituliskan dalam surat edaran nomor 1341/UN3.9.1/TU/2020. Per tanggal 26 Mei 2020, ada empat poin yang disampaikan surat edaran itu diantaranya.
[irp]
Yang pertama, menghentikan sementara penerimaan rujukan pasien baru COVID-19 dan berkurangnya tenaga kesehatan RS Unair akan difokuskan untuk merawat pasien yang saat ini sedang menjalani perawatan. Kedua, Instalasi Gawat Darurat RSUA tetap melakukan pelayanan dengan menerapkan protokol triage ketat dan hanya melayani pasien yang mengalami kondisi mengancam jiwa.
Ketiga, pelayanan pada instalasi rawat jalan sementara dibuka hanya untuk pasien HD (cuci darah), TB/HIV, onkologi terpadu, operasi terjadwal dan pengambilan obat kronis. Keempat, Instalasi rawat inap sementara waktu difokuskan bagi pasien yang saat ini sedang dirawat. Dalam isi surat edaran disampaikan, bahwa upaya tersebut dilakukan selama 14 hari terhitung sejak 26 Mei. Hal itu sembari memperhitungkan perkembangan yang berlangsung.
Jubir Tim Satgas Covid-19 RS Unair dr Alfian Nur Rasyid menjelaskan, sebelumnya memang ada puluhan tenaga kesehatan (nakes) RSUA Surabaya dinyatakan positif Covid-19. Hal itu terungkap dari hasil screening lewat swab dan rapid test massal dua pekan lalu.“Memang ada data sekitar 20an data masuk dilaporkan ke provinsi. Cuman kita running terus untuk mencari mana yang terinfeksi,” kata Alfian, Rabu (27/5/2020).
[irp]
Sementara itu, Ketua Pusat Informasi (PIH) Unair Suko Widodo juga membenarkan adanya surat edaran perihal laporan perkembangan penanganan COVID-19 di ITD Unair viral di media sosial Twitter. Dalam keterangannya menyampaikan jika petugas lab ITD terpapar COVID-19 dan sementara menghentikan sampel selain dari RSUA.
Dijelaskan, surat edaran itu sudah diluruskan bahwa bukan penutupan sampel COVID-19 baru di ITD Unair. Melainkan pembatasan jumlah sampel. “Karena memang pertama jumlahnya tinggi, kedua juga kita juga harus penataan fasilitas kita dan macam-macam dan sebagainya termasuk juga pemeriksaan. Tapi tadi tak luruskan bahwa kita tetap koordinasi mana yang dibutuhkan," jelas Suko.Suko mengatakan surat terbut bukan penutupan. Melainkan melakukan penataan kepada internal RS Unair. "Bukan penutupan, tetapi penataan internal," ujar Suko Widodo.
RSUA pun mengantisipasi kemungkinan terjadinya peningkatan pasien baru COVID-19. Maka perlu dilakukan penyesuaian kebutuhan mendesak agar kualitas layanan tetap terjaga. Terkait adanya nakes yang poitif COVID-19 juga dibenarkan. Karena adanya serangkaian pemeriksaan kesehatan pada nakes RS Unair. “Pemeriksaan itu sebetulnya rutin. Tapi karena ini banyak kasus Covid-19, nakes sekalian diperiksakan," pungkasnya. (hen)
Editor : Redaksi