KLIKJATIM.Com | Pacitan – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat jaring perlindungan sosial sekaligus mendorong kemandirian masyarakat di berbagai pelosok daerah.
Komitmen ini ditunjukkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyerahkan secara langsung aneka bantuan sosial (bansos) dan tali asih dengan total nilai mencapai Rp 11,499 miliar untuk masyarakat Kabupaten Pacitan di Pendopo Kabupaten Pacitan.
Baca juga: Lepas Santri Fun Walk, Wagub Emil Sebut Surabaya Juga Kota Kebanggaan Santri
Penyerahan bantuan berskala besar ini dihadiri jajaran Forkopimda dan Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji. Berdasarkan rekapitulasi anggaran tahun 2026, total alokasi bantuan Pemprov Jatim untuk Kabupaten Pacitan menembus angka Rp11.499.873.916.
Dukungan tersebut mengalir ke berbagai sektor vital, meliputi bantuan sosial kemiskinan, biaya operasional dan tali asih bagi pilar sosial, zakat produktif pemberdayaan ekonomi, bantuan keuangan desa, sarana kelautan dan pertanian, beasiswa pendidikan, perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu), hingga pembangunan infrastruktur jalan.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa skema penyaluran bantuan dirancang beriringan antara pemenuhan kebutuhan dasar (social safety net) dengan pemberdayaan ekonomi (empowerment) agar kelompok masyarakat rentan dapat secara bertahap naik kelas dan mandiri secara finansial.
“Kami ingin bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat sekaligus membuka kesempatan untuk tumbuh lebih mandiri. Ada kebutuhan dasar yang harus kita bantu penuhi, ada pendidikan anak-anak yang perlu kita dukung, dan ada usaha masyarakat yang perlu terus kita kuatkan,” ujar Khofifah.
Berdasarkan data rekapitulasi, penyaluran melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dialokasikan sebesar Rp3,842 miliar. Komponen terbesar diserap oleh Program Keluarga Harapan Plus (PKH Plus) bagi 1.314 keluarga penerima manfaat (KPM) lansia senilai Rp2,628 miliar, di mana masing-masing penerima mendapatkan Rp2 juta per tahun.
Selain itu, Dinsos Jatim menyalurkan bansos kemiskinan ekstrem senilai Rp252 juta bagi 168 penerima, bantuan langsung tunai (BLT) untuk 14 buruh pabrik rokok sebesar Rp14 juta, serta perlindungan sosial bagi 105 penyandang disabilitas senilai Rp378 juta. Di bidang pendidikan, disalurkan program KIP Putri Jawara (Rp291 juta) dan KIP PPKS Jawara (Rp15 juta).
Guna mendukung kinerja lapangan, Pemprov Jatim mengucurkan biaya operasional dan tali asih sebesar Rp264,8 juta kepada 120 pilar sosial yang terdiri atas pendamping PKH Plus, pendamping disabilitas, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana).
“Terima kasih kepada seluruh pilar sosial yang terus hadir mendampingi masyarakat. Panjenengan semua memiliki peran penting untuk membantu memastikan warga yang membutuhkan mendapatkan perhatian dan pelayanan yang sesuai,” tutur Khofifah.
Baca juga: Tekan Peredaran Rokok Ilegal, Pemkab Lamongan Musnahkan 835.823 Batang senilai Rp 1,23 Miliar
Dukungan juga diperkuat oleh BAZNAS Jawa Timur dengan total bantuan Rp291,5 juta yang mencakup santunan anak yatim, khitanan massal, zakat produktif pedagang kecil, bantuan penanganan stunting, paket alat usaha rombong, hingga beasiswa SKSS bagi mahasiswa dan santri Ma’had Aly.
Tidak hanya urusan bansos tunai, Pemprov Jatim juga menyasar sektor produktif masyarakat Pacitan. Di antaranya pemugaran 10 unit Rutilahu dari Dinas PRKP dan Cipta Karya senilai Rp250 juta, alokasi program Desa Berdaya sebesar Rp100 juta, serta bantuan keuangan khusus (BKK) desa untuk infrastruktur jalan dan permukiman yang totalnya mencapai Rp5,325 miliar.
Pada sektor pertanian, disalurkan alat dan mesin pertanian (alsintan) senilai Rp450 juta berupa mesin perontok, pemipil jagung, motor roda tiga, traktor tangan, dan mesin tanam padi. Sementara untuk sektor kelautan, Dinas Perikanan dan Kelautan Jatim menyerahkan bantuan jaring ikan dan empat mesin tempel kapal 15 PK bagi Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan, serta paket budidaya lele dan nila dengan total nilai Rp475,5 juta.
Tersedia pula alokasi pemeliharaan jalan kabupaten melalui Dinas PU Bina Marga senilai Rp700 juta.
“Pendidikan anak-anak harus terus kita jaga, kebutuhan gizinya kita perhatikan, dan keluarga kita dukung agar memiliki tempat tinggal yang layak. Melalui bantuan usaha, kami juga berharap masyarakat semakin bersemangat mengembangkan kegiatan ekonomi yang dapat menopang kebutuhan keluarganya,” terang Khofifah.
Sementara itu, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas perhatian besar Gubernur Khofifah dan Pemprov Jatim. Ia mengabarkan bahwa kedatangan rombongan Pemprov Jatim bahkan memberikan multiplier effect bagi ekonomi lokal, di mana tingkat keterisian (occupancy rate) penginapan di Pacitan melonjak penuh selama dua hari.
“Matur nuwun, terima kasih sudah diselenggarakan di Pacitan. Program yang dibawa Ibu Gubernur banyak sekali. Kami mewakili masyarakat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Kepada seluruh penerima manfaat, saya berpesan agar bantuan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kebutuhan keluarga dan modal usaha,” kata Mas Aji, sapaan akrab Bupati Pacitan.
Ungkapan gembira turut dirasakan Sobikin (77), warga lansia penerima PKH Plus. Ia mengaku bantuan tunai tersebut sangat meringankan beban hidupnya.
“Alhamdulillah, saya dapat bantuan PKH Plus dan sangat membantu sekali untuk mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari serta biaya sekolah anak. Terima kasih Bu Khofifah atas bantuannya,” tutur Sobikin sumringah.
Senada dengan Sobikin, Sri Wahyuni, putri warga penerima bansos kemiskinan ekstrem asal Desa Menadi, Kecamatan Pacitan, menyebut bantuan tersebut akan dijadikan modal tambahan untuk membesarkan warung di rumahnya.
Editor : Fatih