KLIKJATIM.Com | Lamongan - Pemerintah Kabupaten Lamongan saat ini mengajukan izin pemeriksaan uji swab PCR mandiri ke Kementerian Kesehatan. Langkah ini ditempuh untuk mempersingkat waktu pemeriksaan swab sehingga tim gugus tugas penanganan Covid Lamongan bisa segera melakukan tracing pasien tertular sekaligus memutus rantai penularan Covid-19.
[irp]
Baca juga: Buka Expo Campus SMAN 1 Lamongan, Wabup Dirham Berbagi Tips Sukses Hadapi Era VUCA
Bupati Lamongan Fadeli kepada wartawan menjelaskan, saat ini Lamongan tengah menunggu untuk mendapatkan izin dari pemerintah pusat untuk melakukan tes swab sendiri. "Saat ini kita tengah menunggu untuk mendapatkan izin dari pemerintah pusat untuk melakukan tes swab sendiri. Sehingga, tidak perlu menunggu terlalu lama. Selain itu, Lamongan juga tengah merampungkan pembangun Rumah Sakit Khusus Isolasi COVID-19, Insyaallah akan segera selesai dan dapat dimanfaatkan," ujar Fadeli.
Hingga kini, jumlah pasien positif COVID-19 di Lamongan mencapai 87 orang. Dengan rincian, 14 orang meninggal dunia, 21 berhasil sembuh, dan sisanya sedang menjalani perawatan.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Fadeli menyerahkan lima unit mobil kesehatan untuk lima desa. Sebelumnya, telah diserahkan 80 unit pada tahap pertama dan 20 unit tahap kedua di tahun 2020. Selain mobil kesehatan, juga diserahkan bantuan berupa sembako dan disinfektan kepada delapan Desa Tanggap Covid-19 di Kabupaten Lamongan.
[irp]
Pada bagian lain, sejumlah pasien Covid-19 Kabupaten Lamongan dinyatakan sudah sembuh. Mereka yang sudah sembuh memberikan testimoni dan motivasi kepada warga Lamongan agar bahu-membahu memutus rantai penularan Covid-19. Kastahid, warga Desa Blimbing Kecamatan Paciran yang berprofesi sebagai Nelayan, adalah salah satu pasien COVID-19 yang berhasil sembuh. Ia mengungkapkan rasa syukurnya saat Acara Penyemayaman Lambang Daerah dan Pasamuan Agung Hari Jadi Lamongan ke-451 di Pendopo Lokatantra, Selasa (26/5).
Baca juga: Tak Perlu Takut Ekspor, Bea Cukai Gresik Bimbing UMKM Lamongan
“Saya sekarang sehat. Ternyata virus ini bisa sembuh berkat motivasi dari Pemda dari Pak Bupati. Saya diisolasi selama 24 hari. Tapi saya tetap semangat, berjuang, dan tidak stres,” ungkapnya.
Bersama Kastahid, dua orang lainnya, yakni Wahid asal Desa Deket Kecamatan Lamongan, dan Rebo asal Desa Turi pekerja swasta di Surabaya yang tiap harinya Pulang Pergi, juga telah berhasil sembuh. (hen)
Editor : Abdul Aziz Qomar