TPS Perkuat Integrasi Kereta Api dan Pelabuhan Tanjung Perak Jelang Zero ODOL 2027

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Senior Manager Perencanaan Operasi TPS, Ilyas Darmawan, sedang menjelaskan proses bisnis TPS kepada tamu dari Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI. (Dok)

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Penguatan konektivitas kereta api dengan pelabuhan menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan efisiensi distribusi barang dan menekan biaya logistik nasional. Upaya tersebut menjadi perhatian Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan saat meninjau kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Kunjungan kerja yang berlangsung pada Selasa (20/10) itu dipimpin Asisten Deputi Konektivitas Maritim dan Udara Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Balkis Kusumawati. Rombongan diterima PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) untuk meninjau kesiapan konektivitas pelabuhan, termasuk mendukung implementasi kebijakan Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) pada 2027.

Baca juga: Kepuasan Penanganan Klaim TPS Tembus 93,3 Persen, Pelanggan Apresiasi Layanan Transparan

Selain kesiapan menghadapi kebijakan Zero ODOL, peninjauan juga mencakup pengembangan jaringan kereta api hingga kawasan pelabuhan serta peningkatan integrasi antarmoda transportasi. Langkah ini dinilai penting untuk memperlancar arus barang sekaligus mengurangi kepadatan angkutan barang di jalan raya.

Dalam kunjungan tersebut, TPS memaparkan pengembangan layanan multimoda yang mengintegrasikan angkutan kereta api dengan layanan terminal petikemas. Integrasi ini diharapkan mampu memperkuat rantai pasok, memperlancar distribusi logistik, serta meningkatkan efisiensi pengiriman barang dari dan menuju kawasan pelabuhan.

Rombongan juga meninjau fasilitas operasional terminal dan memperoleh penjelasan mengenai berbagai upaya pemangku kepentingan dalam meningkatkan konektivitas serta efisiensi logistik di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak.

Direktur Utama PT Terminal Petikemas Surabaya, Ali Sodikin, mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap pengembangan konektivitas dan efisiensi sistem logistik nasional.

“Kami sangat menghargai perhatian pemerintah terhadap upaya penguatan konektivitas dan efisiensi sistem logistik nasional di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak. Pengembangan konektivitas antarmoda, termasuk integrasi layanan kereta api dengan pelabuhan, merupakan langkah strategis untuk mendukung kelancaran arus barang, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta memperkuat daya saing logistik Indonesia,” ujar Ali Sodikin.

Ia menegaskan, TPS siap mendukung kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan sistem logistik yang semakin terintegrasi, andal, dan berkelanjutan.

Baca juga: TPS Perkuat Keselamatan Kerja, Risiko Operasional Dibahas Bersama

Menurut Ali, penguatan logistik nasional membutuhkan sinergi antara regulator, operator pelabuhan, operator terminal, penyedia jasa transportasi, serta seluruh pelaku rantai pasok. Pelabuhan Tanjung Perak memiliki posisi strategis sebagai salah satu gerbang perdagangan utama Indonesia sehingga konektivitas melalui jalan raya maupun kereta api perlu terus dikembangkan.

Melalui kolaborasi pemerintah, Pelindo Group, operator terminal, dan pelaku industri logistik, Pelabuhan Tanjung Perak diharapkan semakin optimal menjalankan perannya sebagai simpul distribusi barang yang terintegrasi dan efisien.

Penguatan konektivitas tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung implementasi Zero ODOL 2027, menekan biaya logistik nasional, serta meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat regional maupun global.

**Tentang PT Terminal Petikemas Surabaya**

Baca juga: Perkuat Keselamatan Kerja, TPS Kumpulkan TKBM hingga Operator Pelabuhan

PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) merupakan penyedia jasa dalam mata rantai logistik, khususnya untuk kegiatan petikemas ekspor dan impor. TPS adalah anak usaha PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), subholding PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Group.

TPS menjadi terminal pertama di Indonesia yang menerapkan International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code, yakni standar keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan, sejak Juli 2004.

Setelah penggabungan Pelindo I, II, III, dan IV menjadi PT Pelabuhan Indonesia pada 1 Oktober 2021, integrasi layanan dilanjutkan melalui standardisasi dan inovasi untuk meningkatkan kinerja serta kualitas pelayanan perusahaan.

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru