Khofifah Tinjau Khitanan Massal dan Cek Kesehatan Gratis di Pacitan, Sasar 300 Warga

Reporter : Ratno
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok)

KLIKJATIM.Com | Pacitan – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan, Kamis (22/10/2026). Kegiatan yang digelar Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 sekaligus Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.

Bakti sosial kesehatan tersebut menyasar 100 anak untuk layanan khitanan massal dan 200 orang untuk pemeriksaan kesehatan gratis. Pelaksanaannya melibatkan 15 tim tenaga kesehatan dari tujuh rumah sakit umum organisasi bersifat khusus (RS UOBK) milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Baca juga: Peringati Hari Santri Nasional 2026, Gubernur Khofifah Ajak Santri Kuasai AI, Kuatkan Ekonomi, dan Rawat Persatuan

Khofifah meninjau kegiatan tersebut sebelum mengikuti Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2026. Menurutnya, kegiatan sosial di bidang kesehatan merupakan bentuk kepedulian pemerintah untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan warga yang membutuhkan.

Ia mengatakan, peringatan Hari Santri tahun ini yang mengusung semangat “Santri Sehat, Indonesia Kuat” menjadi pengingat bahwa kesehatan merupakan salah satu fondasi penting dalam menyiapkan generasi penerus bangsa.

“Semangat Hari Santri tahun ini, ‘Santri Sehat, Indonesia Kuat’, mengingatkan kita bahwa kesehatan merupakan salah satu fondasi penting dalam menyiapkan generasi penerus bangsa. Anak-anak yang sehat memiliki kesempatan lebih besar untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensinya secara optimal,” ujar Khofifah.

Dalam kegiatan tersebut, layanan cek kesehatan gratis didukung tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan, Puskesmas Kabupaten Pacitan, serta RS Pura Raharja Surabaya. Pemeriksaan meliputi skrining kesehatan, pengukuran indeks massa tubuh (IMT) dan lingkar perut, pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, elektrokardiogram (EKG), hingga konsultasi dokter.

Khofifah menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan kesehatan. Menurutnya, masyarakat perlu membangun kesadaran untuk menjaga kesehatan sebelum muncul keluhan atau penyakit.

“Pemeriksaan kesehatan jangan hanya dilakukan ketika kita sakit. Dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, kita bisa mengambil langkah pencegahan dan penanganan sesuai kebutuhan. Inilah pentingnya membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan sejak dini,” jelasnya.

Sementara itu, peserta khitanan massal tidak hanya mendapatkan layanan medis, tetapi juga menerima bantuan berupa kipas angin, paket sembako, tas ransel, goodie bag, serta santunan atau uang saku. Panitia juga menyediakan konsumsi dan makanan ringan bagi peserta.

Baca juga: Penuhi Kebutuhan Dasar 196 KK Terdampak Kekeringan, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Air Bersih

Khofifah mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap anak-anak dan keluarga mereka. Selain membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, pemberian perlengkapan sekolah diharapkan dapat mendukung semangat belajar anak-anak.

“Kami berharap program ini bisa memberikan manfaat bagi anak-anak dan keluarga mereka. Semoga perlengkapan sekolah yang diberikan dapat mendukung semangat belajar anak-anak, sementara bantuan lainnya membantu meringankan kebutuhan keluarga,” tuturnya.

Lebih lanjut, Khofifah menyebut kegiatan bakti sosial kesehatan tersebut sejalan dengan tema Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, yakni “Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan”.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pemerataan akses terhadap pelayanan dasar, termasuk kesehatan, juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Karena itu, sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, tenaga kesehatan, dan berbagai unsur masyarakat perlu terus diperkuat agar pelayanan kesehatan semakin mudah dijangkau, terutama oleh kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Baca juga: Tinjau Karhutla Tahura R Soerjo, Gubernur Khofifah Prihatin Atas Gugurnya Relawan

“Pembangunan yang berkelanjutan harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satunya melalui pelayanan kesehatan yang semakin mudah diakses, sehingga masyarakat dapat hidup lebih sehat, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik,” ungkap Khofifah.

Melalui kegiatan tersebut, Pemprov Jawa Timur berharap peringatan Hari Santri Nasional tidak hanya menjadi momentum mengenang peran santri dan pesantren dalam perjalanan bangsa, tetapi juga memperkuat kepedulian terhadap kesehatan, kemanusiaan, dan kesejahteraan masyarakat.

Khofifah berharap semangat Hari Santri dan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur dapat berjalan beriringan dalam mendorong lahirnya generasi yang sehat, berilmu, berakhlak mulia, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah maupun Indonesia.

“Harapan kita, anak-anak Jawa Timur tumbuh menjadi generasi yang sehat, berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki masa depan yang baik. Semangat Hari Santri mengajarkan kita bahwa membangun bangsa harus dimulai dengan menyiapkan generasi penerusnya,” pungkasnya.

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru