Tinjau Karhutla Tahura R Soerjo, Gubernur Khofifah Prihatin Atas Gugurnya Relawan

Reporter : Much Taufiqurachman Wahyudi
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung penanganan karhutla di kawasan Tahura R Soerjo, Pasuruan.

KLIKJATIM.Com | Pasuruan – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerpa kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo pada Selasa (20/10/2026) malam.

Setibanya di lokasi, Gubernur Khofifah memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Darurat Penanganan Karhutla yang digelar di Posko Utama Hutan Cempaka, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Baca juga: Nasib 9 Nelayan Raas Ditangkap Australia, Pemkab Sumenep Tempuh Jalur Diplomasi

Rakor tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat lintas instansi, mulai dari Bupati Pasuruan, Kapolres Pasuruan, Kepala Divre Perum Perhutani Jawa Timur, Kepala Balai Gakkum Kehutanan Jabalnusra, Kalaksa BPBD Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Kehutanan Jawa Timur, UPT Tahura R Soerjo, hingga jajaran Muspika Prigen.

Dalam pengarahannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa faktor keselamatan seluruh personel, baik Polisi Kehutanan, anggota TNI/Polri, Manggala Agni, hingga para relawan masyarakat, harus ditempatkan sebagai prioritas utama di atas segalanya.

Penanganan pemadaman di area pegunungan dituntut mempertimbangkan dinamika cuaca, pergerakan angin, keterjalan medan, serta ketersediaan jalur evakuasi yang aman.

“Tentu yang harus kita lakukan sekarang adalah kewaspadaan dan kehati-hatian para relawan. Koordinasi dengan Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan lain, kepala desa, camat, hingga jajaran TNI/Polri yang memiliki pemetaan wilayah dengan baik sangat krusial agar langkah pemadaman maupun pembasahan tetap aman,” tegas Khofifah.

Penekanan ketat terkait standar keselamatan operasional ini disampaikan Khofifah menyusul insiden tragis dalam penanganan karhutla di kawasan Bromo sebelumnya.

Peristiwa yang dipicu oleh hembusan angin kencang ekstrem tersebut mengakibatkan enam relawan terdampak, di mana lima di antaranya meninggal dunia dan satu relawan lainnya masih menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Menyampaikan duka cita mendalam, Khofifah memastikan bahwa jajaran Dinas Sosial dan BPBD Jatim telah menerjunkan tim untuk melakukan takziyah serta memberikan pendampingan kepada keluarga ahli waris di rumah duka. Sementara itu, seluruh biaya pengobatan relawan yang tengah dirawat ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Hingga saat ini, sebanyak 493 personel gabungan dari berbagai unsur ditagihkan dalam operasi pemadaman menyisir wilayah Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Kerja keras tim di lapangan berhadapan dengan medan yang terjal, di mana berdasarkan pemantauan udara masih terdeteksi sebanyak 92 titik panas (hotspot) yang tersebar di wilayah Tahura R Soerjo.

Baca juga: Pantau Hasil Implementasi Program Prioritas Nasional di Lamongan, Pak Yes Tegaskan Komitmen Dukung Asta Cita

Selain ancaman vegetasi dan ekosistem, karhutla di Tahura R Soerjo berdampak langsung pada pasokan air bersih warga setempat. Kebakaran hebat tersebut melalap dan merusak jaringan instalasi pipa air bersih sepanjang 10.260 meter yang melayani tiga desa penyangga di Kabupaten Pasuruan.

Meliputi Desa Tambaksari dengan kerusakan pipa mencapai 4.000 meter, Desa Jatiarjo dengan kerusakan pipa mencapai 3.750 meter, dan Desa Dayurejo dengan kerusakan pipa mencapai 2.510 meter

Mengingat Tahura R Soerjo memiliki luas 27.868,30 hektare yang membentang di enam kabupaten/kota dan menjadi penopang bagi 57 desa penyangga, keberadaan mata air di kawasan ini sangat vital. Untuk menanggulangi krisis air, Pemprov Jatim berkolaborasi dengan Pemkab Pasuruan guna mengambil langkah darurat dan jangka panjang.

Untuk jangka pendek, bantuan pengiriman (dropping) air bersih menggunakan armada tangki terus dikerahkan ke pemukiman warga. Sedangkan untuk jangka panjang, pemerintah akan mengupayakan pembuatan sumur bor baru serta penarikan pipa dari sumber mata air alternatif yang terlindungi dari jangkauan api.

Melihat kondisi geografis yang sulit dijangkau melalui jalur darat, Gubernur Khofifah mengungkapkan bahwa Pemprov Jatim telah melayangkan surat permohonan bantuan armada helikopter ke pemerintah pusat untuk melakukan operasi water bombing (pemboman air). Langkah pemadaman udara ini dinilai paling efektif untuk memadamkan titik api di puncak-puncak tebing terjal.

Baca juga: Atasi Antrean SPBU, Khofifah-Emil Garcep Tembus Kementerian ESDM Pastikan Stok BBM Jatim Aman

Di samping ikhtiar teknis dan operasional, Khofifah mengetuk kesadaran spiritual seluruh elemen masyarakat dengan menerbitkan Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Timur Nomor 400.8.1/37860/011.2/2026 tentang Pelaksanaan Salat Istisqa’.

Surat edaran tertanggal 20 Oktober 2026 tersebut ditujukan kepada seluruh bupati/wali kota se-Jawa Timur, pimpinan ormas Islam, MUI, serta pengasuh pondok pesantren. Langkah ini diambil mengingat 25 kabupaten/kota di Jatim telah menetapkan status siaga darurat kekeringan, sementara BMKG memprediksi awal musim hujan baru berpotensi turun pada periode Desember 2026 hingga Februari 2027.

“Kemarin-kemarin sifatnya seruan lisan, tapi hari ini saya menandatangani surat edaran kepada pesantren, pimpinan organisasi Islam, Dewan Masjid, dan MUI untuk bisa menyelenggarakan salat istisqa’ secara lebih masif. Mohon kepada Allah untuk menurunkan hujan yang bermanfaat dan membawa rahmat,” pungkas Khofifah.

Gubernur mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran apa pun di sekitar hutan, mematuhi pembatasan akses masuk, serta segera melaporkan ke petugas jika melihat kepulan asap demi menjaga keselamatan jiwa dan kelestarian lingkungan bersama.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru