Tak Bisa Bergantung Pasokan dari Daratan, Ketua DPRD Gresik Usulkan Generator Oksigen untuk Layanan Kesehatan di Bawean

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir saat memimpin rapat. (Dok)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Keterbatasan tenaga perawat dan kendala pasokan oksigen medis menjadi tantangan pelayanan kesehatan di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir mengusulkan dua langkah penyelesaian, yakni pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan dan penyediaan generator oksigen yang ditargetkan dapat direalisasikan pada 2027.

Syahrul menilai, kebijakan moratorium penambahan pegawai pemerintah daerah perlu mempertimbangkan kebutuhan pelayanan publik di wilayah kepulauan. Menurutnya, kondisi Bawean memiliki karakteristik berbeda dengan wilayah daratan, terutama dalam penanganan pasien yang membutuhkan rujukan ke rumah sakit di daratan Gresik.

Baca juga: Anggaran BPPDGS Rp5 Miliar Dihapus, PKB Pertanyakan Dukungan Pendidikan Diniyah di Gresik

Ketika pasien harus dirujuk, perawat dari RS Bawean perlu mendampingi selama perjalanan. Kondisi tersebut membuat jumlah tenaga perawat yang bertugas di rumah sakit berkurang dan berpotensi mengganggu pelayanan kepada pasien lain.

“Penambahan jumlah pegawai pemerintah daerah itu tidak seharusnya berlaku surut. Ada beberapa kondisi yang krusial seperti di Bawean yang mengharuskan penambahan tenaga kesehatan,” ujar Syahrul.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, ia mendorong pemerintah daerah mempertimbangkan penambahan tenaga perawat sesuai kebutuhan pelayanan di Bawean. Menurutnya, kebijakan pemenuhan pegawai perlu memperhatikan kondisi khusus wilayah kepulauan agar pelayanan kesehatan tetap berjalan ketika ada pasien yang harus dirujuk.

Selain tenaga kesehatan, ketersediaan oksigen medis juga menjadi persoalan yang perlu dicarikan solusi jangka panjang. Syahrul mengungkapkan, pernah terjadi sejumlah tabung oksigen terlempar ke laut saat diangkut menggunakan perahu tradisional.

Baca juga: Ketua DPRD Gresik Dukung RUU Perampasan Aset, Tekankan Perlindungan Hak dan Kepastian Hukum

Ia juga menyebut kebijakan angkutan laut yang mewajibkan pemisahan antara penumpang dan barang turut menjadi kendala dalam distribusi tabung oksigen ke Bawean.

Sebagai solusi, Syahrul mengusulkan pengadaan generator oksigen agar kebutuhan oksigen medis di Bawean dapat dipenuhi secara lebih mandiri. Ia berharap fasilitas tersebut bisa direalisasikan pada 2027 sehingga rumah sakit tidak sepenuhnya bergantung pada pengiriman tabung oksigen dari daratan.

“Oleh karena itu, saya mengusulkan penyediaan generator oksigen agar segera direalisasikan pada tahun 2027, mengingat hal ini sangat mendesak dibutuhkan di Bawean,” tegasnya.

Baca juga: Delapan Paskibraka Asal Bawean Belum Bisa Pulang, DPRD Gresik Pastikan Kebutuhan Mereka Terpenuhi

Syahrul berharap usulan penambahan tenaga perawat dan penyediaan generator oksigen dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan dan perencanaan anggaran. Kedua langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Pulau Bawean.

Hingga saat ini, usulan realisasi generator oksigen pada 2027 tersebut merupakan dorongan dari Ketua DPRD Gresik. Kepastian pelaksanaan pengadaan masih memerlukan tindak lanjut dari pemerintah daerah.

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru