KLIKJATIM.Com | Surabaya - Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menilai keberadaan kawasan industri terpadu di Jawa Timur menjadi pilar strategis dalam mempercepat industrialisasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
Sarmuji menyatakan bahwa kawasan industri menyediakan ekosistem manufaktur yang lengkap dan terintegrasi sehingga mampu meningkatkan efisiensi operasional bagi para pelaku usaha.
Baca juga: Jawab Kebutuhan Industri, UMG Siapkan Alumni untuk Pabrik STL Chemical di JIIPE
"Kawasan industri itu sebenarnya sesuatu yang bagus untuk mendorong industrialisasi, karena di dalamnya itu paket lengkap. Hanya perlu dukungan dari pemerintah daerah untuk menyiapkan infrastrukturnya, lahan, dan lain sebagainya," kata Sarmuji usai menghadiri acara di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (12/10).
Indonesia saat ini mencatatkan sebanyak 181 kawasan industri yang beroperasi di berbagai wilayah. Dari jumlah tersebut, Kawasan Industri JIIPE Gresik seluas 2.933 hektare menjadi salah satu kawasan industri terpadu terbesar di tanah air.
JIIPE bersanding dengan sejumlah kawasan industri berskala besar lainnya di Indonesia, seperti Kawasan Industri Jababeka di Cikarang seluas 5.600 hektare, Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) seluas 4.300 hektare, Kawasan Industri Cilegon seluas 3.000 hektare, serta Kendal Industrial Park seluas 2.700 hektare.
Sebagai pusat produksi terpadu, keberadaan JIIPE didukung sarana dan prasarana penunjang yang memadai. Fasilitas standar wajib yang tersedia meliputi instalasi pengolahan air baku, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), sistem drainase, jaringan jalan utama, hingga penerangan jalan.
Selain meningkatkan daya saing logistik, penempatan industri dalam satu kawasan terpadu juga ditujukan untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan perluasan penyerapan tenaga kerja di Jawa Timur.
Baca juga: Investasi hingga 450 Juta Dolar AS, AKRA Bidik FSRU JIIPE Beroperasi 2029
Mengenai peluang pengembangan kawasan industri baru di wilayah Jawa Timur ke depan, Sarmuji menjelaskan bahwa hal tersebut akan sangat bergantung pada pemetaan potensi daerah.
"Nanti tergantung mana potensi yang bisa dijadikan kawasan industri," ujar Menperin.
Dalam kesempatan itu Menperin Sarmuji menerima penghargaan Lencana Jer Basuki Mawa Beya kategori Emas dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Baca juga: JIIPE Gresik Terus Dikembangkan, AKRA Siapkan Capex Rp1 Triliun
Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam rangkaian Upacara Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Pemprov Jatim menganugerahkan penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi Sarmuji dalam mendukung pembangunan ekonomi di wilayah Jawa Timur.
Menperin mengapresiasi kinerja Pemprov Jatim yang berhasil menjaga laju pertumbuhan ekonomi daerah tetap impresif, bahkan mencatatkan capaian di atas rata-rata nasional dan tertinggi di kawasan Pulau Jawa.
Editor : Wahyudi