Perkuat Ekosistem Pergulaan Sragen, PT SGN dan Pemkab Sragen Dorong Kesejahteraan Peti Tebu Melalui PG Mojo

Reporter : Much Taufiqurachman Wahyudi
PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sragen untuk memajukan Pabrik Gula (PG) Mojo.

KLIKJATIM.Com | Sragen – Pabrik gula memiliki peran strategis yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian target produksi, melainkan juga menjadi tumpuan kesejahteraan petani tebu serta penopang pertumbuhan ekonomi daerah. Prinsip tersebut menjadi fokus utama dalam pertemuan antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen bersama jajaran manajemen PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) terkait kontribusi Pabrik Gula (PG) Mojo di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan PT SGN sebagai anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dalam mengakselerasi industri gula nasional.

Baca juga: Kemenaker Tekankan Pelindungan Ketenagakerjaan di Kawasan Industri Kendal dan Batang

Sebagai salah satu unit usaha PT SGN, PG Mojo memegang peranan vital dalam menjaga keberlangsungan usaha tani tebu di Sragen. Aktivitas giling tebu yang berlangsung tak hanya menggerakkan rantai pasok gula, tetapi juga menghidupkan perputaran ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat di sekitar kawasan pabrik.

Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, menegaskan bahwa indikator keberhasilan keberadaan pabrik gula harus diukur dari besarnya kontribusi nyata terhadap peningkatan taraf hidup petani tebu dan komunitas sekitar.

"Industri gula memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan petani dan perekonomian daerah. Karena itu, kami berkomitmen untuk terus memperkuat kemitraan dengan petani tebu agar keberadaan pabrik gula memberikan manfaat yang berkelanjutan. Bagi PT SGN, pertumbuhan perusahaan harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan mitra petani," ujar Mahmudi, Jumat (9/10/2026).

Apresiasi terhadap kontribusi PG Mojo ini sejalan dengan komitmen PT SGN dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). PT SGN secara konsisten mendorong peningkatan produktivitas tebu, kepastian pasokan bahan baku, serta pola kemitraan yang saling menguntungkan.

Baca juga: Optimis Swasembada Gula, Pemkab Lamongan Optimalkan Budidaya Tebu Lewat Program Bongkar Ratoon Berbasis Mekanisasi

Dari sisi tata kelola sosial dan bantuan, Sekretaris Perusahaan PT SGN, Yunianta, menekankan pentingnya pelaksanaan program perusahaan yang terukur dan tepat sasaran di lapangan.

"ESG bukan hanya komitmen di tingkat atas, tetapi harus diterjemahkan ke dalam program yang memberikan manfaat nyata. Kami memastikan setiap program dapat menjawab kebutuhan di lapangan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional," tutur Yunianta.

Ia menambahkan, salah satu langkah krusial untuk meningkatkan efektivitas program adalah penajaman mekanisme Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL). Melalui penetapan CPCL yang akurat, penyaluran bantuan maupun program kemitraan menjadi lebih transparan, efektif, serta memudahkan pemantauan manfaat bagi para petani tebu.

Baca juga: Giling 2026 Berbuah Manis, Petani Tebu Mitra PT SGN Rasakan Keuntungan dan Semakin Optimistis

Ke depan, PT SGN berkomitmen untuk terus memperkuat kinerja operasional PG Mojo melalui keseimbangan antara efisiensi pabrik, kepedulian lingkungan, penguatan jejaring petani, serta tata kelola perusahaan yang bersih (good corporate governance).

Melalui sinergi erat antara PT SGN, Pemkab Sragen, instansi terkait, dan asosiasi petani tebu, keberadaan PG Mojo diharapkan dapat terus memberikan nilai tambah (value creation) yang signifikan bagi Kabupaten Sragen sekaligus mendukung terwujudnya kedaulatan gula nasional.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru