Jalan di Ruas Gumitir Retak Sepanjang 40 Meter, Polres Jember Lakukan Mitigasi Potensi Bahaya Kece

Reporter : Muhammad Hatta
Polisi menunjukkan retakan yang terjadi di jalur Gumitir Jember

KLIKJATIM.Com| Jember  -Retakan sepanjang kurang lebih 40 meter ditemukan di jalur nasional Gumitir, Jember. Polisi dan BPBD Jember kini mendorong langkah mitigasi sebelum musim hujan karena air dikhawatirkan memperbesar gerusan pada sisi jalan.


Kanit Turjawali Satlantas Polres Jember Ipda Ratno Budi Jatmikho, yang akrab disapa Miko, mengatakan laporan masyarakat mengenai retakan diterima pada Senin (5/10/2026) kemarin.

Baca juga: Mulai Senin Besok, Uji Coba Perubahan Arus Lalu Lintas Dipasang di Jalan Diponegoro Jember


Petugas kemudian mendatangi lokasi di sekitar KM 33, tepatnya di atas tikungan pemancar TVRI. Dari pemeriksaan awal, terdapat titik dengan retakan paling parah.


“Jarak dari badan jalan kurang lebih sekitar 80 cm, kemudian untuk retakannya ini sudah hampir 1 cm. Panjang dari titik pertama ini hingga ke depan kurang lebih sekitar 40 meter,” kata Miko saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di Jember, Rabu (7/10/2026).


Tidak hanya retakan, kondisi bahu jalan juga menjadi perhatian. Penopang di bagian tersebut dinilai sudah sangat tipis dan tidak memiliki cor atau struktur penahan yang memadai.


Menurut Miko, air hujan berpotensi masuk ke bagian jalan yang sudah berlubang. Jika proses pengikisan terus terjadi, kondisi tersebut dikhawatirkan meningkatkan potensi longsor.


“Karena kena air akhirnya ngikis-ngikis terus dan terjadi longsor,” ujarnya.


Miko mengatakan kepolisian akan berkoordinasi dengan BBPJN untuk mendapatkan penanganan. Koordinasi tersebut penting karena jalur Gumitir merupakan jalan nasional dengan arus kendaraan yang menghubungkan Jember dan Banyuwangi.


Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo mengatakan pihaknya juga melakukan pengecekan bersama BBPJN setelah menerima laporan dari relawan.


Dalam pemeriksaan tersebut, ditemukan retakan di titik yang tercatat sekitar KM 230+950. Menurut Edy, retakan memang masih tergolong ringan, tetapi lokasinya hanya berjarak sekitar 2 hingga 3 meter dari jalur kendaraan.

Baca juga: Lantik Pengurus TIDAR Surabaya, Gus Fawait Tegaskan TIDAR Kawah Candradimuka Pemimpin Masa Depan


“Dampaknya cukup mengkhawatirkan karena hanya berjarak sekitar 2 sampai 3 meter dari jalur sebelah kanan, yang mana kanan ini berpotensi karena di situ jurang,” kata Edy.


BPBD kemudian mengagendakan rapat koordinasi bersama BBPJN, PUPR Jember, Perhutani, Polres Jember dan Dishub. Rapat tersebut akan membahas penanganan berdasarkan kondisi lapangan dan kewenangan masing-masing instansi.


Aspek kendaraan bertonase besar juga akan dibahas karena jalur tersebut menjadi akses kendaraan antarkabupaten. Dishub akan memberikan pertimbangan terkait tonase, sedangkan Satlantas akan melihat kebutuhan pengaturan lalu lintas.


Namun, belum ada keputusan mengenai penutupan jalur. Langkah tersebut akan ditentukan berdasarkan hasil rapat dan pertimbangan teknis dari instansi yang berwenang.


BPBD juga menyoroti keberadaan pohon beringin di sekitar lokasi. Pohon tersebut dinilai dapat menjadi penahan tanah, tetapi sekaligus memiliki beban yang perlu diperhitungkan.

Baca juga: Usai Lantik 31 PAC, HKTI Jember Langsung Bidik Persoalan Pupuk Bersubsidi


Perempesan pohon menjadi salah satu langkah awal yang akan dikaji. Untuk perbaikan jalan secara teknis, BBPJN akan melakukan penghitungan sebelum menentukan metode penanganan.


Edy menegaskan bahwa mitigasi menjadi prioritas karena kondisi jalan berpotensi memburuk apabila memasuki musim hujan.


“Kami melihatnya dari sisi bukan teknisnya, tetapi ini mitigasi untuk pengurangan risiko bencananya. PRB-nya kita utamakan,” ujarnya.


BPBD berharap langkah teknis dapat segera dilakukan sehingga persoalan retakan tidak berkembang menjadi kerusakan yang lebih parah ketika hujan mulai turun.

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru