Nobar Film G30S/PKI di Jember, Warga Libatkan Pelajar hingga Mahasiswa untuk Belajar Sejarah

Reporter : Muhammad Hatta
Sejumlah warga di RW 02 Lingkungan Sumber Ketangi, Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, Jember, menggelar nonton bareng film Pengkhianatan G30S/PKI, Rabu malam (30/9/2026). (Hatta/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Jember – Sejumlah warga di RW 02 Lingkungan Sumber Ketangi, Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, Jember, menggelar nonton bareng film Pengkhianatan G30S/PKI, Rabu malam (30/9/2026).

Kegiatan yang diinisiasi kelompok pemuda-pemudi setempat tersebut diikuti warga lintas usia. Anak-anak, pelajar, mahasiswa hingga masyarakat sekitar duduk bersama menyaksikan film yang selama ini menjadi salah satu bagian dari perdebatan mengenai representasi sejarah peristiwa 1965 di Indonesia.

Baca juga: Polisi Periksa Pelapor Kasus Dugaan Penistaan Agama terhadap Kiai Padepokan di Jember

Bagi penyelenggara, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda menonton film. Momentum itu dimanfaatkan untuk mempertemukan warga sekaligus mengajak generasi muda mengenal kembali berbagai peristiwa dalam perjalanan sejarah bangsa.

Wakil Ketua Kelompok Pemuda-Pemudi RW 02, Raihan Cahyo Khairul Gofar, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk mempererat hubungan antarwarga sekaligus menjadi ruang untuk mengingat kembali peristiwa sejarah Indonesia.

“Pastinya untuk menjalin silaturahmi antar pemuda-pemudi dan masyarakat sekitar. Terus juga untuk mengingatkan kita terkait kejadian kelam yang pernah terjadi di Indonesia,” kata Raihan saat ditemui di sela kegiatan.

Menurut dia, keterlibatan generasi muda menjadi salah satu alasan kegiatan tersebut digelar. Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, pemahaman mengenai sejarah dinilai penting agar anak muda memiliki konteks dalam melihat perjalanan bangsa.

Peserta nobar berasal dari berbagai jenjang pendidikan. Sejumlah pelajar SD, SMP dan SMA hadir bersama mahasiswa serta warga di lingkungan sekitar.

Raihan mengatakan film yang ditonton menjadi salah satu bahan untuk mengenalkan peristiwa sejarah kepada generasi yang lebih muda.

“Ini penting dalam alur sejarah Indonesia. Yang kedua juga untuk memberi tahu generasi-generasi yang baru bahwa di Indonesia pernah terjadi sejarah seperti ini,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Selain menjadi sarana belajar, kegiatan bersama juga dinilai dapat memperkuat komunikasi dan kerukunan antarwarga.

Baca juga: Food Street Jember Disiapkan Punya Tiga Tema, 100 Lebih Tenant Bakal Diisi UMKM

“Diusahakan dilakukan setiap tahun, soalnya untuk menjalin kerukunan antarsemuanya dan silaturahmi,” katanya.

Hal senada disampaikan Seksi Keagamaan Pemuda-Pemudi RW 02 sekaligus perwakilan warga, Azkin Najwa Hudzaifa. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada warga, khususnya generasi muda, untuk belajar sejarah dalam suasana kebersamaan.

“Menurut saya ini kegiatan yang sangat positif, karena bisa jadi pembelajaran buat kita. Juga untuk menambah kesosialan kita,” ujar Azkin.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga dapat menjadi momentum untuk mengenang para tokoh yang terlibat dalam perjalanan sejarah Indonesia sekaligus mengambil pelajaran dari berbagai konflik dan peristiwa masa lalu.

“Positif yaitu yang pertama sebagai pendidikan sejarah. Terus yang kedua mengenang pahlawan. Kemudian juga pengingat tentang kewaspadaan nasional seperti perpecahan, perselisihan, tentang masa yang kelam,” katanya.

Baca juga: Ratusan Pedagang Pasar Tanjung Jember Lempari Pemkab dengan Sayuran Busuk, Ini Tuntutan Mereka

Dukungan warga membuat kegiatan nobar tersebut dapat digelar di lingkungan RW 02. Warga turut menyediakan tempat dan perangkat untuk pemutaran film.

Raihan berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi dapat menjadi ruang bagi warga untuk terus berdiskusi dan mengenalkan sejarah kepada generasi berikutnya.

“Semoga sejarahnya tetap terjaga. Bukan untuk diulang, tapi untuk diingat dan dipelajari terkait sejarahnya,” katanya.

Film Pengkhianatan G30S/PKI sendiri merupakan film dokumenter-drama sejarah yang menggambarkan versi tertentu mengenai peristiwa Gerakan 30 September 1965 dan dampaknya. Representasi film tersebut telah lama menjadi bagian dari perdebatan publik mengenai bagaimana peristiwa 1965 dipahami dan ditampilkan dalam sejarah Indonesia.

Di RW 02 Sumber Ketangi, kegiatan nobar kali ini ditempatkan penyelenggara sebagai ruang berkumpul sekaligus sarana mengenalkan sejarah kepada warga lintas generasi.

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru