Dukung Bekasi Kelola Sampah Jadi Listrik, PLN Bakal Serap dan Salurkan 223.584 MWh Energi Bersih Per Tahun

Reporter : Much Taufiqurachman Wahyudi
Suasana peresmian pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Bekasi yang dilakukan dengan pembuangan sampah secara simbolis di Bantargebang, pada Rabu (26/8).

KLIKJATIM.Com | Bekasi – PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya dalam mendukung inisiatif pemerintah mengakselerasi penanganan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di berbagai wilayah Indonesia. Dukungan nyata ini diwujudkan melalui penandatanganan Sponsors Agreement dan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) saat peresmian pembangunan PSEL Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (26/8/2026).

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa proyek waste to energy di Tanah Air selama 11 tahun terakhir berjalan amat lambat akibat kerumitan regulasi dan perizinan. Oleh sebab itu, Pemerintah Pusat mengambil langkah tegas menyederhanakan rusan aturan tersebut demi mempercepat penanganan darurat sampah di daerah.

Baca juga: Dukung Bekasi Kelola Sampah Jadi Listrik, PLN Bakal Serap dan Salurkan 223.584 MWh Energi Bersih Per Tahun

"Kalau sampah saja kita tidak bisa urus, bagaimana kita mengurus yang lebih besar. Itu perintah Pak Presiden. Aturan mengenai pengelolaan sampah ini, waste to energy, ratusan lebih aturannya. Oleh karena itu, 11 tahun hanya ada dua proyek. Hampir tidak bisa jalan karena rumit dan ruwet. Nah ini kita rapikan, dari sini tinggal tiga aturan," tegas Zulkifli, Jumat (28/8/2026).

Langkah akselerasi ini disambut positif oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia berharap kehadiran PSEL Kota Bekasi mampu menjawab kebutuhan masyarakat atas pengolahan sampah yang modern dan terintegrasi, sekaligus dibarengi perubahan perilaku warga agar tidak membuang sampah sembarangan.

Sementara itu, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menjelaskan bahwa proyek PSEL Kota Bekasi bernilai investasi sekitar Rp3 triliun. Fasilitas ini diproyeksikan mampu mengolah lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun—atau menyerap 70 persen dari total timbulan sampah di Kota Bekasi.

Baca juga: Wali Kota Eri Cahyadi Tegas Tertibkan Pengelolaan Sampah Ilegal di Keputih, Surabaya

"Peresmian Pembangunan PSEL hari ini menandai hadirnya solusi nyata untuk menjawab tantangan darurat sampah di Indonesia dan secara terkhusus di Kota Bekasi. PSEL Kota Bekasi diproyeksikan mengurangi emisi karbon sekitar 640 ribu ton setara COâ‚‚ per tahun, mengurangi kebutuhan lahan TPA sekitar 90 persen, serta menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja hijau," ungkap Pandu.

Dari sisi produksi energi, PSEL Kota Bekasi memiliki kapasitas netto 27,4 MW yang sanggup menghasilkan sekitar 223.584 megawatt hour (MWh) listrik per tahun. Pasokan tersebut setara dengan kebutuhan energi listrik untuk 55 ribu rumah tangga berdaya 450 VA.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa seluruh daya listrik yang dihasilkan oleh PSEL Kota Bekasi akan diserap dan disalurkan kembali untuk memenuhi tingginya konsumsi listrik masyarakat setempat.

"Demand listrik di Bekasi cukup tinggi. Maka, kita mendedikasikan listrik dari PSEL Bekasi ini untuk masyarakat Bekasi. Jadi, sampah Kota Bekasi masuk ke sini, kemudian listrik yang dihasilkan kita pasok kembali ke Kota Bekasi. Produk utamanya bukan listrik, tapi lingkungan yang bersih. Listrik hanyalah by-product dari program ini," pungkas Darmawan.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru