KLIKJATIM.Com | Jember -Armada Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Pemerintah Kabupaten Jember sempat kesulitan melintas saat menuju lokasi kebakaran lahan tebu di Desa Grenden, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (22/8/2026) sore.
Perjalanan armada Damkarmat terganggu akibat deretan truk pengangkut sound system berukuran besar yang terparkir di sisi kanan dan kiri badan jalan. Kendaraan tersebut diketahui tengah dipersiapkan untuk kegiatan karnaval yang akan digelar di wilayah setempat.
Baca juga: Jalan Tertutup Konvoi Soumd Horeg, Damkar Jember Kesulitan Melintas
Peristiwa itu kemudian terekam dalam video berdurasi sekitar 23 detik dan beredar di media sosial Instagram. Dalam rekaman tersebut, armada Damkarmat terlihat melaju perlahan melewati celah sempit di antara sejumlah truk sound system.
Danru C Damkarmat Mako Pemkab Jember, Syamsullah Adi, membenarkan adanya kendala tersebut. Ia mengatakan, kejadian bermula sekitar pukul 16.05 WIB ketika pos pemadam menerima laporan warga mengenai kebakaran lahan tebu seluas kurang lebih 2 hektare di Dusun Krajan 1, Desa Grenden.
"Setelah menerima laporan, Posko Rambipuji langsung meluncurkan armada menuju lokasi kebakaran sekitar pukul 16.10 WIB," ujar Syamsullah saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Senin (24/8/2026).
Namun, ketika melintas di wilayah Desa Grenden, armada Damkarmat tidak dapat melaju dengan kecepatan normal. Badan jalan di lokasi tersebut digunakan untuk parkir sejumlah truk pengangkut sound system yang sedang bersiap untuk kegiatan karnaval.
Menurut Syamsullah, kegiatan karnaval saat itu belum resmi dimulai. Namun, truk-truk sound system berukuran besar sudah berada di sepanjang jalur persiapan kegiatan.
"Meskipun karnaval belum resmi dimulai, truk sound system berukuran besar sudah berada di badan jalan, di sisi kanan dan kiri," katanya.
Jumlah kendaraan pengangkut sound system tersebut diperkirakan sekitar 10 armada. Namun, Syamsullah menegaskan jumlah tersebut tidak dapat dipastikan karena kendaraan yang terparkir berada di sepanjang jalur persiapan karnaval dan jumlahnya bisa lebih banyak.
Keberadaan truk berukuran besar di kedua sisi jalan membuat ruang gerak armada Damkarmat menjadi terbatas. Petugas pun harus berhati-hati melewati celah di antara kendaraan agar tetap dapat menuju lokasi kebakaran.
Kondisi tersebut berdampak pada waktu tempuh armada menuju lokasi. Setelah berangkat sekitar pukul 16.10 WIB, armada Damkarmat baru tiba di lokasi sekitar pukul 16.40 WIB.
Ironisnya, ketika petugas tiba, kobaran api sudah berhasil dipadamkan warga setempat. Masyarakat sebelumnya berjibaku melakukan pemadaman secara mandiri karena lokasi kebakaran berada di sekitar kawasan permukiman.
"Sesampainya di lokasi, warga sudah melakukan pemadaman sendiri. Perjalanan menuju lokasi kebakaran cukup lama. Saat sampai kebakaran sudah padam," jelas Syamsullah.
Karena api telah padam, petugas Damkarmat tidak melakukan pemadaman utama. Petugas kemudian melakukan pemantauan sekaligus pendinginan untuk memastikan tidak terdapat titik api maupun bara yang berpotensi kembali memicu kebakaran.
Syamsullah mengatakan, tidak ada protes dari warga terkait terhambatnya perjalanan armada Damkarmat. Masyarakat disebut memahami bahwa deretan truk tersebut sedang dipersiapkan untuk kegiatan karnaval.
"Alhamdulillah warga tidak protes, ya karena tahu jika kami terhalang oleh parkir truk sound dan ada karnaval itu," ucapnya.
Meski demikian, Damkarmat Jember berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi, terutama saat musim karnaval yang banyak berlangsung pada Agustus hingga September. Akses kendaraan darurat, seperti mobil pemadam kebakaran dan ambulans, dinilai harus tetap menjadi perhatian dalam setiap kegiatan yang menggunakan badan jalan.
Syamsullah menyarankan agar pengaturan parkir truk sound system dilakukan secara lebih tertib. Salah satunya dengan menempatkan kendaraan pada satu sisi jalan secara berurutan sehingga tetap tersedia ruang bagi kendaraan darurat untuk melintas.
"Harapannya ada jalur khusus atau pengaturan yang lebih tertib untuk armada pemadam kebakaran dan ambulans saat musim karnaval, atau truk sound itu tidak di bahu kanan kiri jalan, satu sisi saja memanjang. Jadi ada space (tempat terbuka) untuk armada truk damkar atau mobil ambulans lewat," jelasnya.
Ia menegaskan, armada pemadam kebakaran memiliki dimensi besar dan membawa berbagai peralatan untuk penanganan kebakaran sehingga membutuhkan ruang gerak yang cukup ketika melintas.
"Karena kami berangkat untuk menyelamatkan korban kebakaran. Juga agar cepat dan sigap, memadamkan api kebakaran agar tidak semakin memperburuk situasi musibah di lokasi kejadian," tandas Syamsullah.
Editor : Fatih