Tim SAR Gabungan Terus Lakukan Pencarian Tiga Nelayan Yang Hilang

Reporter : Muhammad Hatta
Tim SAR menyisir wilayah pantai untuk mencari nelayan yang hilang

KLIKJATIM.Com | Jember  --Tim SAR Gabungan Jember masih terus melakukan pencarian tiga nelayan yang hilang setelah Kapal Layar Motor (KLM) Pantes terbalik akibat dihantam ombak di perairan Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember.

Kecelakaan laut itu terjadi saat kapal hendak pulang setelah mencari ikan, Rabu (19/8/2026) kemarin sekitar pukul 02.00 WIB.

Baca juga: Buka Kantor Baru dan Siapkan Kejutan Kader Anyar, DPD PSI Jember Tegaskan Dukungan Penuh untuk Gus Fawait


KLM Pantes sebelumnya berangkat dari Pelabuhan Perikanan Puger pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Kapal tersebut membawa lima orang nelayan dan berlayar menuju perairan Maleman untuk melakukan aktivitas mencari ikan.


Setelah selesai melaut, kapal kemudian bergerak kembali menuju daratan. Namun, saat perjalanan pulang, posisi kapal terlalu mendekati tepi perairan. Ombak kemudian menghantam bagian kanan kapal hingga menyebabkan lambung kanan bocor dan KLM Pantes akhirnya terbalik.


Kecelakaan tersebut diketahui setelah nelayan sekitar menemukan korban dan melaporkan kejadian itu kepada Polair Puger. Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi untuk dilakukan operasi SAR.


Dari lima nelayan yang berada di atas kapal, dua orang telah ditemukan. Samino (65), warga Desa Bagon, Kecamatan Puger, ditemukan dalam kondisi selamat. Sedangkan Sahwiyanto (46), warga Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, ditemukan meninggal dunia.


Sementara tiga nelayan lainnya masih belum ditemukan. Mereka yakni Mujai (58), Moh. Sholihin (34), dan Samsul (45). Ketiganya merupakan nelayan asal Kecamatan Puger.


Koordinator Pos SAR Jember, S. Jefriyanzah Putra Pratama, mengatakan pencarian terhadap tiga korban tersebut memasuki hari kedua pada Kamis (20/8/2026). Tim SAR gabungan memperluas wilayah pencarian dengan membaginya menjadi dua sektor.


“Untuk hasil update terbaru di hari kedua ini, tiga korban nelayan masih dinyatakan hilang,” kata pria yang akrab disapa Jefri saat dikonfirmasi disela pencarian.

Baca juga: Dua Mantan Karyawan Konter HP di Jember Akui Ambil 73 Unit Ponsel Dalam Persidangan


Sektor pertama dilakukan di sekitar Pantai Paseban dengan radius sekitar 5,8 mil laut. Sementara sektor kedua diperluas hingga radius sekitar 48,2 mil laut. Tim juga mengerahkan dua rubber boat atau perahu karet untuk membantu penyisiran di wilayah perairan.


Pencarian tidak hanya dilakukan di sekitar lokasi kejadian. Tim SAR juga menyampaikan informasi kepada nelayan yang berada di sepanjang pesisir selatan Jember hingga wilayah Lumajang dan Kabupaten/Kota Malang.


Langkah tersebut dilakukan karena berdasarkan prediksi SAR Map Prediction Basarnas, arus laut di sekitar lokasi kejadian cukup kuat bergerak ke arah barat. Dengan demikian, kemungkinan lokasi korban terbawa arus menjadi salah satu pertimbangan dalam memperluas area pencarian.


Selain menggunakan perahu karet, pencarian di wilayah pesisir juga dibantu potensi SAR yang memiliki drone. Pemantauan dilakukan di sepanjang garis pantai mulai dari Pantai Paseban hingga Pantai Maleman.


Jefriyanzah menyebut kondisi gelombang dan angin menjadi salah satu kendala dalam operasi pencarian. Berdasarkan informasi BMKG dan prediksi maritim, ketinggian gelombang di wilayah pencarian berkisar 1 hingga 2,5 meter, dengan kecepatan angin sekitar 5 hingga 10 knot.

Baca juga: Tim SAR Jember Tutup Operasi Pencarian Nelayan KLM Pantes, Bagaimana Nasib Dua Nelayan Yang Belum Ditemukan


“Kita betul-betul memperhatikan dan berkoordinasi dengan BMKG untuk waktu-waktu mana saja yang sekiranya bisa kita lakukan pencarian secara efektif dan efisien,” ujarnya.


Operasi pencarian melibatkan Tim SAR gabungan dari Basarnas, Polair, Polres Jember, TNI, Posal Puger, BPBD Kabupaten Jember, BPBD Kabupaten Lumajang, Polsek Kencong, Koramil Kencong, potensi SAR serta nelayan setempat.


Hingga Kamis siang, tiga nelayan yang menjadi target operasi masih belum ditemukan. Tim SAR memastikan pencarian terus dilakukan dengan mempertimbangkan arah arus, kondisi gelombang, cuaca, serta keselamatan seluruh personel yang terlibat.


“Tim SAR masih melakukan upaya serta melakukan operasi pencarian. Hingga saat ini korban masih dinyatakan hilang,” pungkas Jefri.

Editor : Ratno

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru