Bupati Gresik Resmikan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi, 405 Siswa Siap Tempuh Pendidikan Gratis

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Gedung Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Gresik selesai dibangun. Kini siswa mulai mengikuti kegiatan belajar mengajar. (Dok/Pemkab Gresik for Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Permanen di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Jumat (31/7/2026). Pembukaan MPLS tersebut menandai dimulainya operasional sekolah yang disiapkan untuk memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Dalam kegiatan itu, Bupati Yani didampingi Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. Ia menegaskan, Sekolah Rakyat bukan sekadar pembangunan sarana pendidikan, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Baca juga: Gresik Targetkan Investasi Rp30 Triliun, Bupati Tekankan Manfaat Nyata bagi Masyarakat

"Program ini bukan hanya pembangunan fisik, tetapi pembangunan kualitas sumber daya manusia yang akan menjadi fondasi kemajuan bangsa. Sekolah Rakyat hadir sebagai upaya negara menyediakan ruang belajar yang inklusif, terjangkau, dan berkualitas, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan dukungan lebih besar," ujar Yani.

Ia menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta didik baru dan orang tua yang mempercayakan pendidikan putra-putrinya di Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Gresik. Menurutnya, pelaksanaan MPLS yang berlangsung mulai 31 Juli hingga 21 Agustus 2026 menjadi langkah awal membentuk karakter, kedisiplinan, serta budaya belajar yang positif.

Bupati Yani mengatakan, keberadaan Sekolah Rakyat merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memberikan kesempatan pendidikan yang setara bagi seluruh anak Indonesia. Program tersebut juga sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia yang menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat.

Sekolah Rakyat Terintegrasi di Gresik dibangun di atas lahan seluas 6,5 hektare dengan kapasitas 405 siswa. Rinciannya terdiri atas 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Selain itu, sekolah ini juga menampung 60 siswa titipan dari Kabupaten Lamongan serta 75 siswa dari SRMA 37 Gresik.

Menurut Yani, pendidikan merupakan instrumen paling efektif untuk mengubah masa depan keluarga prasejahtera. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Gresik akan terus mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat sebagai investasi menuju terwujudnya generasi yang cerdas, berkarakter, mandiri, dan berdaya saing.

Baca juga: Dua Insiden di Perairan Bawean Gresik, Perahu Nelayan Lamongan Hilang Kontak dan Nelayan Bawean Belum Kembali Melaut

"Inilah investasi terbaik yang kita siapkan menuju Indonesia Emas 2045. Kita ingin melahirkan generasi yang unggul dan mampu bersaing di tingkat global," katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa MPLS bukan hanya mengenalkan lingkungan sekolah, melainkan menjadi proses awal membangun karakter peserta didik, mulai dari kedisiplinan, tanggung jawab, semangat gotong royong, hingga kemampuan beradaptasi di lingkungan baru.

Kepada para guru dan tenaga kependidikan, Yani berpesan agar mendampingi siswa dengan penuh kasih sayang sehingga sekolah menjadi tempat belajar yang aman, nyaman, ramah anak, dan bebas dari perundungan. Ia juga mengajak orang tua untuk terus menjalin sinergi dengan pihak sekolah demi mendukung keberhasilan pendidikan anak.

"Pendidikan yang berhasil tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga dan lingkungan. Kolaborasi yang kuat akan melahirkan generasi yang unggul secara akademik sekaligus memiliki integritas, kepedulian sosial, dan akhlakul karimah," tuturnya.

Baca juga: Cicilan Mulai Rp 2,5 Juta per Bulan, Icon Apartemen Gresik Tawarkan Furnitur Gratis dan Bebas PPN

Di hadapan para siswa, Bupati Yani berpesan agar memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya. Ia meminta para peserta didik terus bersemangat meraih cita-cita dan tidak merasa rendah diri karena negara telah hadir memberikan kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas.

"Saya yakin, dari Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Gresik akan lahir generasi penerus yang kelak menjadi pemimpin, pendidik, tenaga profesional, wirausahawan, inovator, maupun tokoh masyarakat yang membawa Gresik dan Indonesia semakin maju," pungkasnya.

Pembukaan MPLS tersebut turut dihadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Gresik, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lamongan, kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Gresik, relawan Program Keluarga Harapan (PKH), Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta tokoh agama dan tokoh masyarakat Kecamatan Sidayu.

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru