Penumpang Malaysia Airlines asal Gresik Meninggal Dalam Pesawat

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Paspor milik penumpang pesawat Malaysia Airlines MH-871 yang meninggal diatas pesawat, Mohammad Syafii bin Abdul (51) warga Desa Ketanen Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik.

KLIKJATIM.Com | Sidoarjo - Seorang penumpang pesawat Malaysia Airline MH-871 asal Kabupaten Gresik meningal di atas pesawat dalam penerbangan dari Kuala Lumpur Malaysia menunju bandara Juanda Surabaya. Setiba di Bandara Juanda, jenazahnya langsung dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya, sementara keluarganya menjalani rapid tes.

[irp]

Baca juga: Berkendara Aman dengan Merawat Motor Kesayangan

Menurut informasi, korban diketahui bernama Mohammad Syafii bin Abdul (51) warga Desa Ketanen Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik meninggal. Korban bersama anaknya Syafaul Huda merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Kuala Lumpur, Malaysia. Korban dan 157 penumpang pesawat lainnya berangkat dari Kuala Lumpur Senin (18/5/2020) siang pukul 13.30 dan tiba di Bandara Juanda Sidoarjo, pukul 16.00

Menurut keterangan Syafaul Huda (27), saat menaiki pesawat, kondisi bapaknya masih sehat. Namun beberapa saat setelah pesawat take off dari bandara KLIA Malaysia, bapaknya mengeluh hingga akhirnya meninggal dunia. "Sebelumnya bapak mengaku sudah sakit lambung. Sekitar tiga hari yang lalu ngomong kalau sakit lambung,” ujar Huda.

Terkait kematian penumpang pesawat Malaysia Airlines ini, Muhammad Budi Hidayat, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Surabaya membenarkan. Menurutnya, memang ada satu penumpang pesawat yang meninggal dunia dalam penerbangan itu. Penumpang asal Gresik berusia 51 tahun ditemani anaknya.

"Korban ditemukan meninggal dunia di atas pesawat. Dia diduga gagal jantung. Setelah diperiksa bukan gejala Covid. Dia ditemani anaknya. Dan langsung dilakukan pemeriksaan. Anaknya negatif rapid test,” ujar M Budi Hidayat.

[irp]

Baca juga: Gubernur Khofifah Terbitkan Surat Perintah  F Bagus Panuntun Sebagai Plt Wali Kota Madiun

Kepala KKP Kelas 1 Surabaya menambahkan, saat dikonfirmasi ulang mengatakan semua PMI ditest rapid hasilnya non reaktif. Termasuk anak dari MS asal Gresik yang meninggal di pesawat tersebut. “Semua PMI ditest negatif rapid test. Termasuk anak dari penumpang yang meninggal di pesawat itu, juga hasilnya negatif rapid test,” ujar Budi Hidayat

Sementara itu, pesawat Malaysia Airlines MH-871 landing di terminal 2 Bandara Internasional Juanda, Surabaya di Sidoarjo. Pesawat itu dari rute Kuala Lumpur ke Surabaya, disambut petugas dengan memakai APD lengkap.

Tim gabungan Gugus Tugas Provinsi, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Surabaya, Dinkes Kota, Dishub Provinsi. Tim Kesehatan Bandara, Otoritas Bandara Juanda dan personel TNI AL, langsung mengarahkan para PMI ke gate 8

Mereka langsung menjalani pemeriksaan suhu dengan thermal gun, pendataan, epidemiologi, saturasi oksigen, dan rapid test. Pesawat MH-871 ini membawa PMI dari sejumlah daerah asal mereka tersebar di Jawa Timur. Masing-masing Bangkalan 36 orang, Sampang 34, Gresik 26, Pamekasan 22, Lamongan 18, Jember 4, Tuban 3, Jombang 3, Probolinggo 2, Tulungagung 2, Lumajang 2, Surabaya 1, Trenggalek 1, Kediri 1, Lombok Timur NTB 1, dan Jepara Jateng 1 orang.

Baca juga: Polrestabes Surabaya Mulai Serahkan 810 Kendaraan Curian Kepada Pemiliknya

[irp]

Sementara seorang PMI asal Surabaya, bernama Askan bin Iskandar, warga Jl. Banjar Sugihan RT 7 RW 4 Kelurahan Banjar Sugihan Kecamatan Tandes Surabaya, sopir di Malaysia, langsung dikarantina di hotel di kawasan Gubeng Surabaya, untuk karantina 14 hari.

“Sekira pukul 18.30 WIB, asal Surabaya ini diantar Dinas Perhubungan Kota Surabaya menggunakan Bus Sekolah L 7566 AP. Lalu menuju ke salah satu hotel di Jl. Bangka No. 8-18 Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya untuk dikarantina selama 14 hari,” ujar sumber di Bandara Juanda. (hen)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru