KLIKJATIM.COM | Surabaya – Pemerintah terus mempercepat penguatan sistem logistik nasional melalui integrasi layanan logistik multimoda internasional dan pengembangan transhipment di Pelabuhan Tanjung Perak. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi barang sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.
Komitmen tersebut dibahas dalam kunjungan lapangan dan rapat koordinasi yang dipimpin Asisten Deputi Pengembangan BUMN Bidang Infrastruktur dan Logistik Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Kamis (2/7).
Kegiatan tersebut melibatkan perwakilan Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Pelindo Regional 3, Pelindo Terminal Peti Kemas, KAI Logistik, asosiasi logistik, hingga perusahaan pelayaran internasional.
Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan konektivitas jalur kereta api menuju kawasan pelabuhan guna memastikan kesiapan infrastruktur yang mendukung integrasi angkutan kereta api dan kapal laut dalam layanan logistik internasional.
Asisten Deputi Pengembangan BUMN Bidang Infrastruktur dan Logistik Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Yuli Sri Wilanti, menegaskan pemerintah terus mendorong terbentuknya ekosistem logistik yang terintegrasi.
"Pemerintah terus mendorong terwujudnya ekosistem logistik yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Integrasi layanan kereta api dengan pelabuhan dan jaringan pelayaran internasional menjadi solusi konkret untuk meningkatkan efisiensi, mempercepat arus barang, serta memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global," ujar Yuli.
Dalam rapat tersebut dibahas perkembangan layanan logistik multimoda internasional pada koridor Jakarta–Semarang–Surabaya yang mengintegrasikan moda kereta api dengan kapal laut. Layanan ini menghubungkan Stasiun Jakarta Gudang, Semarang Tawang, dan Surabaya Benteng dengan terminal petikemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Tanjung Emas, dan Tanjung Perak untuk mendukung distribusi barang ekspor maupun impor secara lebih efisien.
Baca juga: TPS Perkuat Pengawasan Peredaran Satwa Liar di Pelabuhan Tanjung Perak Lewat Sinergi Lintas Instansi
TPS menjadi salah satu simpul utama dalam jaringan tersebut melalui konektivitas Stasiun Surabaya Benteng dengan terminal petikemas. Peran ini dinilai strategis sebagai titik konsolidasi kargo ekspor dan distribusi kargo impor yang menghubungkan kawasan industri dengan jaringan pelayaran internasional.
Forum juga membahas pengembangan layanan transhipment di Pelabuhan Tanjung Perak sebagai upaya meningkatkan konsolidasi arus petikemas domestik dan internasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan perdagangan global.
Yuli menilai peningkatan kapasitas transhipment akan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.
Baca juga: TPS Raih Penghargaan Marketeers 2026 Berkat Digitalisasi Layanan Kapal Lewat VEPORT
"Dengan meningkatnya kemampuan transhipment di pelabuhan nasional, semakin banyak arus petikemas internasional yang dapat dikonsolidasikan di dalam negeri. Hal ini akan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional sekaligus membuka peluang pertumbuhan usaha dan investasi di sektor logistik," katanya.
Sementara itu, Direktur Utama TPS, Wahyu Widodo, menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung pengembangan layanan logistik multimoda dan transhipment melalui peningkatan konektivitas antarmoda, modernisasi peralatan bongkar muat, elektrifikasi fasilitas operasional, serta kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
"TPS akan terus memperkuat peran Pelabuhan Tanjung Perak sebagai gerbang perdagangan internasional dan hub logistik Indonesia bagian timur melalui peningkatan kualitas layanan, optimalisasi konektivitas multimoda, serta pengembangan layanan transhipment yang kompetitif dan berkelanjutan," ujar Wahyu.
Editor : Abdul Aziz Qomar