Rp557 Triliun Siap Masuk, Pemerintah Perluas Tiga KEK Strategis

Reporter : Much Taufiqurachman Wahyudi
Kegiatan peletakan batu pertama pembangunan proyek hilirisasi MIND ID di KEK Gresik

KLIKJATIM.Com | Gresik - Pemerintah membuka peluang perluasan tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia seiring meningkatnya minat investor untuk menanamkan modal di sektor manufaktur dan industri pengolahan. Tiga kawasan yang diusulkan untuk diperluas yakni KEK Gresik, KEK Kendal, dan KEK Galang Batang.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengatakan ketiga kawasan tersebut saat ini menghadapi tingginya permintaan investasi sehingga membutuhkan tambahan lahan untuk ekspansi.

Baca juga: KEK Gresik Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Nasional

"Peluang investasi yang berpotensi masuk ke tiga KEK tersebut mencapai sekitar Rp557 triliun. Ini menunjukkan bahwa minat investor terhadap Indonesia masih sangat kuat," ujar Susiwijono.

Dari ketiga kawasan tersebut, KEK Gresik menjadi salah satu yang mencatat pertumbuhan paling pesat. Kawasan yang saat ini memiliki luas 2.167 hektare itu mengajukan perluasan sekitar 1.200 hektare untuk mengakomodasi kebutuhan investor baru.

Menurut Susiwijono, tingginya minat investasi membuat kapasitas lahan yang tersedia semakin terbatas.

"KEK Gresik mengajukan tambahan lahan karena banyak investor yang sudah mengantre untuk masuk dan mengembangkan usahanya di kawasan tersebut," katanya.

Baca juga: Direktur Fasilitas Kepabeanan Tinjau KEK Gresik, Pastikan Fasilitas Tepat Sasaran

Sejak memperoleh status KEK pada 2021, Gresik berkembang menjadi pusat industri baru di Jawa Timur. Hingga triwulan I 2026, kawasan ini telah membukukan investasi kumulatif sebesar Rp113,4 triliun dan menyerap lebih dari 45 ribu tenaga kerja.

Sementara itu, KEK Kendal di Jawa Tengah mengusulkan penambahan lahan sekitar 1.000 hektare dari luas eksisting 1.000 hektare. Kawasan ini selama ini menjadi tujuan investasi sektor manufaktur berorientasi ekspor, industri teknologi tinggi, serta pengembangan ekosistem industri berbasis teknologi 4.0.

Adapun KEK Galang Batang di Kepulauan Riau berencana menambah area sekitar 2.600 hektare. Kawasan yang dikenal sebagai pusat industri pengolahan mineral dan alumina tersebut dinilai masih memiliki prospek besar untuk pengembangan industri petrokimia dan manufaktur hilir.

Baca juga: Puluhan Hewan Kurban Dibagikan BKMS dan Tenant JIIPE untuk Masyarakat Gresik

Pemerintah menilai rencana perluasan tiga KEK tersebut sekaligus menjadi sinyal positif bagi iklim investasi nasional. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, permintaan ekspansi kawasan industri justru menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi salah satu destinasi investasi yang menarik di kawasan Asia Tenggara.

"Kalau minat investasi rendah, tentu tidak akan ada permintaan perluasan kawasan. Fakta bahwa tiga KEK manufaktur terbesar mengajukan ekspansi menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia," tegas Susiwijono.

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru