Ratusan Ribu Lulusan SMP Tak Tertampung SMA Negeri, Jatim Gandeng Swasta Sediakan Beasiswa

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan program beasiswa bagi lulusan SMP yang melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Atas (SMA/SMK) Swasta. (Dok/Pemprov Jatim for Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Keterbatasan daya tampung sekolah negeri di Jawa Timur masih menjadi tantangan dalam pemerataan akses pendidikan. Dari total 618.479 lulusan SMP/MTs sederajat pada tahun 2026, SMA dan SMK negeri hanya mampu menyediakan 244.621 kursi atau sekitar 39,55 persen.

Artinya, sekitar 373.858 lulusan atau 60,45 persen lainnya harus melanjutkan pendidikan melalui sekolah swasta maupun jalur pendidikan alternatif. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat kolaborasi dengan lembaga pendidikan swasta untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemprov Jatim bersama SMA, SMK, dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) meluncurkan program beasiswa dan keringanan biaya pendidikan dengan total kuota lebih dari 143 ribu penerima pada tahun 2026.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan program tersebut diharapkan mampu membantu menutup kesenjangan akses pendidikan sekaligus memastikan tidak ada anak yang terhambat melanjutkan sekolah karena persoalan ekonomi.

“Sekolah negeri baru mampu mengakomodasi sekitar 39,55 persen dari total lulusan. Masih terdapat sekitar 373.858 anak yang harus melanjutkan pendidikan melalui sekolah swasta maupun jalur pendidikan lainnya. Insya Allah program ini bisa membantu menutup gap pendidikan kita,” ujarnya saat peluncuran program di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (19/6/2026).

Dari total kuota yang disediakan, sebanyak 81.131 penerima berasal dari program beasiswa dan potongan biaya pendidikan untuk calon siswa SMA/SMK swasta. Jumlah tersebut terdiri atas 44.421 penerima beasiswa penuh dan 36.710 penerima berbagai bentuk keringanan biaya pendidikan, mulai pembebasan uang gedung hingga potongan SPP.

Sementara itu, sebanyak 84 perguruan tinggi swasta di Jawa Timur turut berpartisipasi dengan menyediakan sekitar 62.000 kuota beasiswa dan keringanan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa baru. Sejumlah kampus bahkan menambahkan bantuan biaya hidup bagi mahasiswa penerima program.

Partisipasi sekolah swasta dalam program ini juga meningkat. Jika pada tahun ajaran 2025/2026 terdapat 1.772 sekolah yang terlibat, maka pada tahun ajaran 2026/2027 jumlahnya bertambah menjadi 2.106 sekolah yang terdiri atas 860 SMA swasta dan 1.246 SMK swasta. Angka tersebut menunjukkan peningkatan sekitar 18,84 persen atau bertambah 334 sekolah.

Khofifah menilai perluasan akses pendidikan menjadi langkah penting untuk menekan angka anak tidak sekolah sekaligus meningkatkan angka partisipasi pendidikan di Jawa Timur.

Menurutnya, keberhasilan Jawa Timur selama tujuh tahun berturut-turut menjadi provinsi dengan jumlah peserta didik terbanyak yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui berbagai jalur seleksi nasional menunjukkan bahwa kesempatan pendidikan yang lebih luas mampu mendorong lahirnya sumber daya manusia yang berdaya saing.

“Tidak boleh ada satu pun anak Jawa Timur yang tertinggal dari pendidikan hanya karena alasan ekonomi,” tegasnya.

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru