KLIKJATIM.Com | Jember – Kebijakan pemadaman listrik bergiliran yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dalam dua hari terakhir memicu berbagai spekulasi liar di tengah masyarakat.
Selain dikeluhkan karena mengganggu mobilitas harian warga, situasi ini diperkeruh oleh beredarnya pesan berantai dan infografis di media sosial serta grup WhatsApp. Pesan tersebut mengeklaim bahwa sistem kelistrikan di Pulau Jawa sedang mengalami defisit parah akibat kelangkaan pasokan batu bara yang dipicu oleh melonjaknya mata uang dolar Amerika Serikat.
Baca juga: Krisis Air Mulai Mengancam, Desa Deru Jadi Penerima Bantuan Perdana BPBD Bojonegoro
Masyarakat pun diimbau untuk bersiap menghadapi pemadaman jangka panjang. Narasi tersebut semakin meyakinkan warga setelah disertai lampiran poster bertuliskan "PLN UID Jatim Manual Load Shedding" yang mencantumkan peta wilayah terdampak, termasuk Kabupaten Jember. Imbasnya, sebagian warga mulai cemas dan mengaitkannya dengan isu blackout massal se-Jawa dan Bali.
Salah seorang warga Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Safitri, mengaku pemukimannya sempat gulita pada Rabu (10/6/2026) mulai pukul 16.30 WIB hingga 18.30 WIB. Informasi serupa juga ia dapati dari kerabatnya di kawasan Sukorambi.
"Dari pemadaman itu ya bingung juga, apalagi pas mau cuci baju sore hari. Mana isunya blackout berhari-hari sewilayah Pulau Jawa dan Bali. Jelas khawatir, semoga cepat ada solusi konkret dari pemerintah dan PLN," keluh Safitri, Kamis (11/6/2026).
Merespons keresahan publik, Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Jember Kota, Jermia Devriadi Raharjo, memberikan klarifikasi resmi. Jermia menjelaskan bahwa PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur saat ini memang tengah memberlakukan langkah manajemen beban secara terbatas di sebagian wilayah kerja.
Langkah taktis tersebut diambil sebagai bagian dari prosedur penguatan, perawatan berkala, serta pemeliharaan sistem kelistrikan terintegrasi demi menjaga keandalan pasokan setrum jangka panjang kepada jutaan pelanggan.
"Saat ini PLN UID Jawa Timur tengah melakukan manajemen beban secara terbatas di sebagian wilayah layanan. Dalam pelaksanaannya, sebagian pelanggan dapat mengalami penghentian sementara aliran listrik dengan durasi yang menyesuaikan kondisi operasional sistem di masing-masing wilayah," terang Jermia.
Baca juga: Honda Premium Matic Day Madiun Hadirkan Semarak Budaya Reog dan Promo Menarik Skutik Premium
Ia memastikan bahwa seluruh tim operasional dan teknisi lapangan telah disiagakan penuh secara bergantian selama 24 jam untuk menjamin sistem kelistrikan regional tetap berada dalam kondisi aman, terkendali, dan andal selama proses pemeliharaan berlangsung.
Terkait infografis operasional "Manual Load Shedding" yang telanjur viral di aplikasi perpesanan, Jermia menyatakan bahwa pihak PLN Jember tidak pernah menerima materi publikasi resmi tersebut dari struktural atas. Oleh sebab itu, pihaknya belum bisa memvalidasi kebenaran data spasial yang tercantum dalam poster spekulatif itu.
"Oleh karena itu, informasi terkait wilayah terdampak perlu kami cek terlebih dahulu secara mendalam berdasarkan koordinat lokasi, agar informasi yang disampaikan kembali kepada pelanggan dapat dipastikan benar, valid, dan akurat," jelasnya.
Sementara mengenai isu krusial kelangkaan bahan baku batu bara pada pembangkit yang disebut-sebut sebagai biang kerok defisit daya, Jermia menegaskan bahwa ranah kebijakan makro tersebut berada di luar kewenangan manajemen PLN tingkat area atau daerah.
"Terkait informasi stok batu bara, mohon maaf hal tersebut bukan merupakan kewenangan kami dalam pengelolaannya, sehingga kami belum dapat memberikan informasi atau statmen lebih lanjut terkait isu nasional tersebut," tutur Jermia secara diplomatis.
Pihak PLN Jember juga belum bisa mengetok palu kapan masa penghentian aliran listrik sementara ini akan berakhir total, sebab jadwal pemeliharaan bersifat dinamis di lapangan dan harus menyesuaikan dengan agenda besar daerah yang membutuhkan keandalan listrik tanpa kedip.
"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Untuk memantau informasi pemadaman berkala secara akurat, pelanggan diimbau mengakses kanal resmi melalui aplikasi PLN Mobile atau menghubungi Contact Center PLN 123," pungkasnya.
Editor : Fatih