KLIKJATIM.Com | Sampang — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang terus berupaya melakukan pencarian intensif terhadap korban yang dilaporkan tenggelam di perairan Pulau Mandangin. Memasuki hari kedua, operasi pencarian yang dimulai sejak pagi hari tersebut masih belum membuahkan hasil.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin, menjelaskan bahwa tim penyelamat telah menyisir area perairan sejak pukul 07.00 WIB. Kendati demikian, hingga saat ini belum ada titik terang mengenai keberadaan korban, baik dari penyisiran langsung maupun informasi dari warga dan nelayan setempat.
Baca juga: Perahu Hantam Karang, Nelayan Pulau Mandangin Sampang Tenggelam
"Informasi masih nihil," jelas Hozin saat memberikan keterangan berkala, Senin (18/5/2026).
Operasi penyelamatan di lapangan menghadapi tantangan berat akibat faktor alam yang kurang bersahabat. Tim BPBD Sampang mengungkapkan adanya kendala teknis di lokasi berupa embusan angin yang sangat kencang serta hantaman gelombang ombak yang besar, sehingga membatasi ruang gerak dan jarak pandang tim SAR.
Baca juga: Pemkab Sampang Buka Program Tukar LPG Subsidi ke Nonsubsidi
Korban tenggelam diidentifikasi bernama Jumail (57), seorang warga Dusun Candin, Desa Pulau Mandangin, Kecamatan Sampang. Peristiwa nahas itu sendiri terjadi pada petang sebelumnya sekitar pukul 17.50 WIB, ketika korban sedang berada di atas perahu motor yang berlayar menuju wilayah pesisir Mandangin bersama sejumlah warga lainnya.
Berdasarkan kesaksian dari para saksi mata di lokasi kejadian, insiden bermula saat kapal yang ditumpangi rombongan tersebut sudah hampir tiba di pesisir tujuan. Namun, secara tiba-tiba perahu menghantam gugusan karang dangkal yang mengakibatkan guncangan sangat keras di bagian buritan (belakang) kapal. Korban yang kebetulan berdiri di area belakang diduga langsung kehilangan keseimbangan lalu terpental jatuh ke laut.
Baca juga: Anak Motor Sampang Dibiarkan Tewas oleh Temanya di Tepi Jalan Wakhid Hasyim
Dalam kondisi panik, para penumpang lain sebenarnya sempat berusaha melakukan aksi pertolongan cepat. Namun, derasnya arus bawah laut dan kondisi pencahayaan yang mulai gelap menjelang malam membuat tubuh korban dengan cepat hilang dari pandangan.
Situasi semakin diperparah lantaran korban diketahui sedang dalam kondisi mengidap penyakit stroke, yang diduga kuat memperlemah kondisi fisik dan kemampuan motoriknya untuk bertahan di permukaan air saat terjatuh ke perairan. Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih bersiaga dan terus memantau pergerakan arus untuk melanjutkan agenda penyisiran.
Editor : Fatih