KLIKJATIM.Com | Jember -Seorang ibu rumah tangga berinisial ES (29), warga Dusun Karanganyar, Desa Tempurejo, Kecamatan Tempurejo, Jember, Jawa Timur. Nyaris mengakhiri hidupnya dengan cara melompat ke laut dari atas gugusan bebatuan ikonik pantai Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, sekitar pukul 12.30 WIB, Jumat (15/5/2026).
Sontak dari kejadian itu, membuat pengunjung pantai dan warga sekitar menjadi ricuh mencekam. Karena korban diketahui sudah berdiri di pinggir bebatuan karang, bermaksud untuk melompak ke laut.
Baca juga: Libur Long Weekend Kenaikan Isa Almasih, Penumpang KA di Jember Tembus 54 Ribu Orang
Beruntung, aksi nekat perempuan yang diketahui sedang dirundung masalah keluarga dengan ibu mertuanya itu berhasil digagalkan oleh sejumlah pengunjung pantai dan warga sekitar, yang sigap melakukan evakuasi sebelum korban sempat terjun ke perairan laut selatan yang dikenal memiliki arus cukup kuat itu.
Kapolsek Ambulu, AKP Solikhan Arief, membenarkan adanya kejadian terkait upaya percobaan bunuh diri tersebut dan segera menerjunkan personel SPKT, Unit Intelkam, serta Unit Reskrim ke lokasi kejadian untuk mengamankan situasi.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari lokasi kejadian dan pihak kepolisian. Korban bermaksud untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri, karena kalut dengan persoalan keluarga.
Kata Solikhan, informasi dari suami korban, tindakan nekat ES dipicu oleh tekanan psikis akibat konflik internal rumah tangga yang berkepanjangan dengan ibu mertuanya.
Sehingga tanpa sepengetahuan sang suami, ES berangkat seorang diri dari kediamannya menuju Pantai Watu Ulo dan langsung berjalan menuju area bebatuan di pinggir pantai dengan maksud melompat ke arah laut lepas.
"Kronologinya, kami mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa ada seorang wanita yang hendak bunuh diri di pesisir Pantai Watu Ulo. Dari informasi suami korban, hal itu diawali karena adanya masalah keluarga dengan ibu mertuanya. Korban berangkat sendirian tanpa izin dan setibanya di lokasi langsung menuju bebatuan untuk melompat ke laut, namun segera diketahui dan diselamatkan oleh warga," ujar Solikhan saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di lokasi kejadian.
Baca juga: Diduga Akibat Korsleting Listrik, Bus Pariwisata Terbakar di Jember Sempat Picu Kepanikan Warga
Menurut keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian. Saat akan melakukan aksi nekatnya, korban terlihat berteriak histeris dalam kondisi trauma berat. Kemudian oleh sejumlah pengunjung dan warga sekitar, korban ditarik menjauh dari bibir pantai.
Setelah berhasil diamankan ke salah satu warung milik penduduk setempat, lanjut Solikhan, korban terus menunjukkan gejala guncangan psikis hingga pihak kepolisian harus menunggu kondisi kejiwaannya cukup tenang sebelum melakukan tindakan lebih lanjut.
"Alhamdulillah tidak ada luka fisik pada tubuh korban karena evakuasi dilakukan tepat waktu sebelum kontak fisik dengan air laut maupun benturan batu terjadi," katanya.
Setelah situasi mereda, lebih lanjut Solikhan menyampaikan, pihak kepolisian berkoordinasi dengan perangkat desa dan keluarga korban untuk proses pemulangan.
Baca juga: Tragedi Jelang Magrib di Jember: Abaikan Pesan Ibu, Pemuda Kaliwates Tewas Tertabrak KA Sangkuriang
Mengingat insiden ini merupakan murni masalah internal keluarga dan aksi tersebut belum sampai berakibat fatal, kepolisian sepakat untuk menyerahkan ES kembali kepada pihak keluarga guna mendapatkan pembinaan dan perawatan psikis lebih lanjut di rumahnya di wilayah Tempurejo.
"Korban dipulangkan di rumahnya sendiri, tidak di tempat tinggal bersama mertuanya. Lebih lanjut kejadian ini ditangani secara kekeluargaan," pungkas Solikhan.
DISCLAIMER : Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, pikiran untuk menyakiti diri sendiri, atau memiliki kecenderungan bunuh diri, harap segera mencari bantuan profesional seperti psikolog, psikiater, atau lembaga kesehatan mental
Editor : Wahyudi