KLIKJATIM.Com | Sampang – MedcoEnergi Sampang Pty Ltd bersinergi dengan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) menggelar sosialisasi dan pelatihan penanggulangan bencana alam bagi siswa SMPN 6 Sampang. Kegiatan yang berlangsung pada 2-3 Mei 2026 ini diikuti oleh 30 siswa dengan tujuan meningkatkan kesiapsiagaan pelajar dalam menghadapi risiko bencana.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang sebelumnya digelar di SMKN 1 Sampang. Fokus utama edukasi kali ini menyasar pada pemahaman pencegahan dan penanggulangan bencana hidrometeorologi, khususnya banjir, yang menjadi tantangan rutin di wilayah Kabupaten Sampang.
Baca juga: Tutup Turnamen Sepak Bola Pelajar 2026, Bupati Yes Optimis Muncul Bibit Unggul dari Bumi Lamongan
Pelatihan ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, Dinas Pemadam Kebakaran, FPRB, pihak sekolah, hingga manajemen MedcoEnergi.
Selama dua hari, para peserta tidak hanya menerima materi teori di dalam kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam simulasi fisik. Materi yang diberikan mencakup mitigasi kedaruratan, literasi kebakaran, penanganan hoaks saat bencana, pengelolaan limbah, hingga simulasi penyelamatan di air (water rescue).
Ketua FPRB Sampang, Mohamad Hasan Jailani, berharap para siswa dapat menjadi agen perubahan yang mampu memberikan bantuan bagi masyarakat terdampak.
"Kami ingin membentuk generasi tangguh yang peduli lingkungan dan mampu bertindak sebagai relawan muda sejak dini," harap pria yang akrab disapa Mamak tersebut, Sabtu (2/5/2026).
Baca juga: Sukses di Bisnis Landscape Nasional, M. Novianto Siap Bawa Inovasi Hijau untuk Kemajuan Lamongan
Senior Manager Communication Medco E&P, Leony Lervyn, menyatakan bahwa edukasi ini merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di sekitar area operasi.
“Medco E&P senantiasa berupaya menjalankan operasi secara aman dan bertanggung jawab, sekaligus berkontribusi positif bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi,” jelas Leony.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan BPBD Sampang, Ahmed Baso, menegaskan bahwa membangun budaya sadar bencana sejak dini adalah cara paling efektif untuk mengurangi risiko. Jika siswa paham mitigasi, mereka akan menjadi pelindung bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Baca juga: Lepas Lima Personel Berangkat Haji, Polres Sampang Gelar Doa Bersama di Masjid Al-Rasyid
Kepala SMPN 6 Sampang, Nur Fatmawati, memberikan apresiasi tinggi atas kegiatan ini. Mengingat lokasi sekolah berada di daerah rawan banjir, pembekalan keterampilan praktis sangat krusial bagi siswanya agar tidak panik saat menghadapi situasi darurat.
"Anak-anak kini memiliki bekal untuk mengedukasi siswa lainnya. Ke depan, kami bahkan sudah membentuk struktur relawan di sekolah lengkap dengan SK-nya sebagai tindak lanjut keberlanjutan program ini," pungkas Nur Fatmawati.
Editor : Fatih