KLIKJATIM.Com | Jakarta – PT PLN (Persero) menegaskan dukungannya terhadap percepatan implementasi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) melalui kolaborasi strategis antara Pemerintah Daerah (Pemda) dan Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) di kawasan Denpasar Raya, Bogor Raya, dan Kota Bekasi.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya kolektif untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah nasional yang kian mendesak, sekaligus mendorong pemanfaatan sumber energi yang lebih berkelanjutan.
Baca juga: TPA Pakusari Penuh, Pemkab Jember Larang Sampah Organik Masuk Mulai 1 Juni 2026
Komitmen besar ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Pemda Bali dan Bogor dengan PT Zhejiang Weiming, serta Pemerintah Kota Bekasi dengan PT Wangneng Bekasi Environmental Nusantara.
Prosesi penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh jajaran menteri dan pimpinan daerah di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, pada Selasa (21/4).
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menekankan bahwa proyek ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk menyelesaikan persoalan sampah nasional. Ia menegaskan pentingnya pengawalan pada setiap tahapan persiapan proyek, terutama dalam memastikan kecukupan pasokan sampah sebagai bahan baku utama fasilitas PSEL.
“Kita sudah masuk kategori darurat sampah. Karena itu proyek ini harus kita kawal agar selesai tepat waktu, sekaligus memastikan bahan bakunya tersedia,” ujar Zulkifli Hasan.
Lebih lanjut, Zulkifli Hasan juga mendorong adanya kolaborasi lintas wilayah pada kawasan aglomerasi guna memenuhi volume sampah yang dibutuhkan oleh pembangkit. Hal ini menjadi kunci agar operasional PSEL dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan kesiapan penuh PLN dalam mendukung keberhasilan proyek PSEL. PLN telah melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah, Danantara Indonesia, serta para pemangku kepentingan agar seluruh tahapan teknis berjalan selaras dengan target waktu yang telah ditentukan.
“PLN telah memetakan titik interkoneksi terdekat dari lokasi PSEL yang akan dibangun agar proses penyambungan lebih cepat dan efisien sesuai target pengembangan proyek. PLN juga mempercepat pembahasan awal PJBL sehingga tahapan yang umumnya memerlukan waktu beberapa bulan dapat dipersingkat,” kata Darmawan Prasodjo.
Darmawan menjelaskan bahwa dalam skema proyek ini, PLN berperan sebagai offtaker listrik atau pihak yang menyerap listrik hasil fasilitas pengolahan sampah tersebut. Peran strategis ini menjadi jangkar untuk meningkatkan kelayakan investasi proyek serta membuka akses pembiayaan yang lebih luas bagi para pengembang.
Pengintegrasian listrik berbasis sampah ke dalam sistem kelistrikan nasional diharapkan mampu memberikan manfaat ganda bagi masyarakat, yakni lingkungan yang lebih bersih dan tambahan pasokan listrik berbasis energi domestik.
“PLN menyambut baik penandatanganan kerja sama ini sebagai langkah konkret percepatan proyek PSEL. Kami memastikan listrik yang dihasilkan dapat terintegrasi dalam sistem kelistrikan nasional dan dimanfaatkan kembali oleh masyarakat,” tutup Darmawan Prasodjo.
Hadirnya fasilitas PSEL di Denpasar, Bogor, dan Bekasi diharapkan menjadi percontohan sukses bagi daerah lain dalam mengelola sampah perkotaan secara modern, efisien, dan ramah lingkungan, sekaligus menjadi pilar penting dalam transisi energi menuju target Net Zero Emission.
Editor : Fatih