KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Persiapan keberangkatan jemaah haji tahun 2026 di Kabupaten Bojonegoro terus dimatangkan. Kantor Kementerian Haji dan Umroh setempat memastikan, hingga kini kesiapan telah mencapai sekitar 95 persen.
Sejumlah hal krusial telah dirampungkan. Mulai dari administrasi seperti paspor dan visa, kesiapan armada transportasi, hingga distribusi koper bagi para calon jemaah haji (CJH).
Baca juga: Polres Bojonegoro Tangkap Pencuri Motor, Dua Motor Curian Berhasil Disita
Namun di tengah proses tersebut, kabar duka menyelimuti. Tiga CJH asal Bojonegoro dilaporkan meninggal dunia akibat sakit sebelum keberangkatan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Bojonegoro, M. Abdulloh Hafidz, membenarkan adanya peristiwa tersebut. “Memang ada tiga jemaah yang wafat karena sakit dalam masa persiapan ini,” ujarnya saat dikonfirmasi Kamis (16/4/2026).
Baca juga: Masih Tahap Finalisasi, Dishub Bojonegoro Targetkan Angkutan Pelajar Gratis Beroperasi Mei
Dengan demikian, jumlah CJH Bojonegoro yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci tahun ini berkurang dari 1.746 orang menjadi 1.743 orang.
Meski kuota jemaah yang wafat dapat digantikan oleh ahli waris, Hafidz menyebut proses pemberangkatan tidak bisa dilakukan tahun ini karena tahapan sudah memasuki fase akhir. “Penggantian bisa dilakukan oleh ahli waris, tapi keberangkatannya harus menunggu tahun berikutnya,” jelasnya.
Baca juga: ODGJ Tanpa Busana Resahkan Warga Trunojoyo, Satpol PP Bojonegoro Lakukan Penanganan
Pada musim haji tahun ini, jemaah asal Bojonegoro tergabung dalam enam kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 36 hingga Kloter 41. Mereka dijadwalkan mulai diberangkatkan pada 1 Mei melalui embarkasi Surabaya.
Pihaknya juga mengimbau para CJH agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang beredar di media sosial terkait kondisi di Timur Tengah. “Para jemaah tetap tenang, fokus beribadah, serta menjaga kesehatan agar proses ibadah haji berjalan lancar,” pungkasnya.
Editor : Wahyudi