Blusukan Berubah Jadi Inspeksi Darurat, Bupati Fawait Tinjau Banjir di Mumbulsari Jember

Reporter : Muhammad Hatta
Blusukan Bupati Jember Muhammad Fawait di Kecamatan Mumbulsari yang berubah menjadi inspeksi darurat akibat banjir yang merendam akses jalan di sekitar Pasar Mumbulsari.

KLIKJATIM.Com | Jember – Agenda blusukan Bupati Jember, Muhammad Fawait, dalam program "Bunga Desaku" di Kecamatan Mumbulsari pada Senin (6/4/2026) mendadak berubah menjadi inspeksi darurat.

Hal ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 13.30 hingga 15.00 WIB, yang mengakibatkan banjir merendam akses jalan utama di sekitar Pasar Mumbulsari.

Baca juga: Gelap Mata Akibat Judi Online, Tenaga Kesehatan di Jember Nekat Gasak Motor

Melihat kondisi genangan air yang mengganggu aktivitas warga, Bupati Jember yang akrab disapa Gus Fawait ini langsung turun ke lapangan untuk meninjau titik-titik terdampak. Ia menyayangkan kondisi jalan yang baru saja diaspal namun sudah terendam banjir.

Dalam tinjauan tersebut, Bupati Fawait mengidentifikasi bahwa penyebab utama meluapnya air adalah pendangkalan sungai yang diperparah oleh penumpukan sampah. Karena sebagian besar sungai berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi, ia menegaskan akan segera melakukan koordinasi lintas instansi.

“Ini perlu pengerukan besar-besaran karena faktor pendangkalan dan sampah. Kami akan turun langsung menangani kondisi darurat ini dan mendorong pemerintah provinsi agar ada penanganan menyeluruh,” ujar Fawait tegas di lokasi banjir.

Baca juga: Resahkan Warga Demi Konten, Tiga Pemuda Pembuat Hoaks Penampakan Pocong di Jember Diamankan Polisi

Bupati menekankan bahwa inspeksi lapangan memang sengaja dilakukan tanpa persiapan seremonial agar ia dapat melihat kondisi riil masyarakat. Pihaknya juga telah menyiagakan peralatan darurat untuk segera diterjunkan ke titik-titik rawan.

Sebagai langkah jangka panjang, mantan Anggota DPRD Provinsi Jatim ini meminta adanya pemetaan wilayah rawan banjir yang berbasis data. Hal ini bertujuan untuk membedakan penanganan antara banjir akibat curah hujan ekstrem dengan banjir akibat kegagalan saluran air.

Senada dengan Bupati, Ketua DPRD Jember Ahmad Halim menyatakan bahwa pihak legislatif telah mengantisipasi kondisi darurat melalui pos Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam APBD 2026.

Baca juga: Vakum 25 Tahun, Serversick Bangkit Lewat Album “Distorsi Panggung Perak”

“Meskipun sungai merupakan kewenangan provinsi, kami sudah siapkan anggaran darurat melalui BTT. Kami juga akan mendorong pembangunan dam dan embung melalui koordinasi dengan provinsi dan balai terkait untuk menahan laju air agar tidak langsung meluap ke permukiman,” jelas Halim.

Kondisi ini dibenarkan oleh warga setempat yang menyebut banjir telah menjadi persoalan klasik. Siti, salah seorang warga, mengungkapkan bahwa saat bulan Ramadan lalu, air bahkan sempat masuk ke dalam rumah warga. Ia berharap janji pemerintah untuk melakukan pengerukan sungai dan perbaikan saluran air segera terealisasi agar warga tidak lagi dihantui kecemasan setiap kali hujan deras turun.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru