KLIKJATIM.Com | Lamongan - Setelah sempat hilang terbawa arus Bengawan Solo, AF (9), warga Desa Laren, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu pagi 4 April 2026.
Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Hamzaid, mengungkapkan bahwa peristiwa nahas tersebut bermula pada Jumat sore 3 Maret 2026. Saat itu, korban diketahui tengah bermain sepak bola bersama teman-temannya. Setelah selesai bermain, korban bersama sejumlah rekannya mandi di sungai hingga akhirnya dilaporkan tenggelam di wilayah Dusun Ketintang.
Baca juga: Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Pak Yes: Nilai Pancasila Hidup dan Tumbuh di Lamongan
Mendapat laporan tersebut, jajaran Polres Lamongan segera melakukan upaya pencarian. Proses pencarian dilakukan secara manual dengan melibatkan personel kepolisian, BPBD, Basarnas, serta masyarakat setempat.
“Pencarian telah kami lakukan sejak Jumat sore hingga malam hari. Namun karena kondisi gelap dan keterbatasan jarak pandang, pencarian dihentikan sementara dan dilanjutkan kembali pada Sabtu pagi,” ujarnya.
Baca juga: Haul Akbar Wujud Syukur HJL ke-457: Mengetuk Langit demi Ketangguhan Pangan dan Sosial Lamongan
Memasuki hari kedua, tim gabungan kembali menyisir sepanjang aliran sungai dari titik awal korban dilaporkan tenggelam. Sekitar pukul 10.45 WIB, jasad korban akhirnya ditemukan pada jarak kurang lebih 50 meter dari lokasi awal kejadian.
“Korban merupakan seorang pelajar madrasah berusia 9 tahun. Alhamdulillah, pada pukul 10.45 WIB korban berhasil ditemukan. Proses pencarian berjalan lancar berkat kerja sama seluruh pihak, baik dari Polres, instansi terkait, maupun masyarakat yang turut membantu di lapangan,” ujarnya.
Baca juga: Pupuk Indonesia dan Polres Lamongan Perkuat Pengawasan, Pastikan Pupuk Bersubsidi Tepat Sasaran
Menanggapi kejadian tersebut, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam mengawasi aktivitas anak-anak di sekitar area berisiko. “Kami mengajak seluruh masyarakat, terutama para orang tua, untuk lebih ketat dalam mengawasi anak-anak. Hindari aktivitas di area berbahaya seperti sungai, waduk, maupun genangan air lainnya guna mencegah kejadian serupa,” kata Hamzaid.
Saat ini, jasad korban telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat.
Editor : Wahyudi