KLIKJATIM.Com | Jakarta – Di saat gema takbir bersahutan menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dan jutaan keluarga larut dalam hangatnya kebersamaan, ribuan petugas PT PLN (Persero) justru teguh berdiri di garis depan. Mereka adalah "penjaga cahaya" yang rela menunda kepulangan ke kampung halaman demi memastikan listrik tetap andal di rumah-rumah, masjid, dan fasilitas publik.
Salah satu cerita datang dari Riki Waberta (36), Team Leader Keandalan Istana di UP3 Menteng. Pria asal Bengkulu ini sudah empat tahun berturut-turut memilih tidak mudik. Baginya, menjaga objek vital kenegaraan dan memastikan masyarakat beribadah dengan tenang adalah sebuah kebanggaan.
Baca juga: PLN Luncurkan Proyek PLTS Mentari Nusantara I 1,225 Gigawatt
“Kami mungkin tidak terlihat, tapi kami adalah bagian dari kebahagiaan masyarakat. Saat listrik tetap andal dan ibadah berjalan tenang, itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” ujar Riki, Jumat (27/3/2026).
Dedikasi serupa ditunjukkan oleh Zahro Ardhillah (26), srikandi PLN asal Pacitan yang kini bertugas di ULP Jayapura Kota, Papua. Jauh dari keluarga di Jawa Timur, Zahro bahu-membahu bersama timnya memastikan masjid-masjid utama di ujung timur Indonesia tetap terang benderang.
"Saya merasa berbahagia ketika bisa memastikan masjid tetap terang dan masyarakat beribadah dengan tenang. Walaupun raga saya jauh dari keluarga, inilah cara saya merayakan hari kemenangan," ungkap Zahro.
Baca juga: Program Air Bersih PLN Ubah Wajah Ciaruteun Ilir, dari Krisis Air Bersih Menjadi Harapan
Tak ketinggalan, Muhammad Hanif Zidan (26) di ULP Tarakan, Kalimantan Utara, memanfaatkan teknologi untuk mengobati rindu. Baginya, video call menjadi pengganti sungkem fisik demi menunaikan tanggung jawab menjaga pasokan listrik di wilayah perbatasan.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Riki, Zahro, Hanif, serta puluhan ribu petugas lapangan lainnya. Menurutnya, mereka adalah pahlawan sunyi yang memastikan momen penting nasional tetap nyaman bagi jutaan keluarga.
“Petugas PLN adalah garda terdepan. Kami mengapresiasi mereka yang berjuang pantang menyerah dalam memastikan hari kemenangan tetap terang benderang,” jelas Darmawan.
Baca juga: Srikandi PLN di Pasirluyu: Menghidupkan Posyandu, Menyalakan Harapan Warga
Selama masa siaga Idulfitri (12-31 Maret 2026), PLN mengerahkan sekitar 72 ribu personel di ribuan posko siaga di seluruh penjuru tanah air. Mereka bersiaga penuh di pembangkit, gardu induk, hingga jaringan distribusi di pelosok negeri untuk memastikan tidak ada gangguan yang menghambat sukacita lebaran masyarakat.
Melalui komitmen ini, PLN menegaskan perannya bukan sekadar penyedia daya, melainkan pendukung utama kehangatan keluarga Indonesia di hari yang fitri.
Editor : Fatih