KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Komitmen menghadirkan pelayanan prima terus ditunjukkan Lapas Kelas IIA Bojonegoro. Kali ini, melalui penguatan layanan kesehatan bagi warga binaan dengan sistem pelayanan medis yang siaga selama 24 jam penuh.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pemenuhan hak dasar warga binaan, sekaligus memastikan kondisi kesehatan mereka tetap terjaga selama menjalani masa pembinaan.
Baca juga: BPH Migas Dorong Perluasan Jargas Bojonegoro, Baru 55 Persen Alokasi Gas Terserap
Pelayanan kesehatan di dalam lapas berjalan setiap hari melalui sistem open klinik yang dapat diakses oleh seluruh warga binaan. Tak hanya menunggu, petugas kesehatan juga aktif melakukan kontrol keliling ke blok hunian sebagai bentuk pelayanan jemput bola.
Dokter Lapas Bojonegoro, Dr. Dendy Fitra Lesmana menegaskan bahwa, pihaknya berkomitmen memberikan layanan tanpa batas waktu. “Kami tidak hanya melayani di jam kerja. Jika ada warga binaan yang sakit pada malam hari, kami tetap siap memberikan pelayanan meskipun mereka sudah berada di dalam kamar hunian,” ujarnya. Kamis (26/3/2026).
Ia juga menambahkan, dalam kondisi tertentu yang membutuhkan penanganan lanjutan, pihak lapas telah menjalin koordinasi dengan rumah sakit rujukan, yakni RSUD Sosodoro Djatikorsoemo.
Baca juga: Air Bersih Mulai Sulit Didapat, Warga Bondol Dibantu 8.000 Liter dari Polisi
“Jika diperlukan tindakan medis lebih lanjut, kami segera lakukan rujukan sesuai SOP dengan pengawalan petugas,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Bojonegoro, Heri Winarca menegaskan bahwa, layanan kesehatan menjadi prioritas utama dalam pembinaan warga binaan. “Kami memastikan seluruh warga binaan mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal. Ini adalah bagian dari komitmen kami menghadirkan pelayanan yang humanis dan profesional,” tegasnya.
Baca juga: Kesadaran Pedagang Naik, Rokok Ilegal Mulai Kehilangan Pasar di Bojonegoro
Dengan sistem pelayanan yang responsif dan terintegrasi, diharapkan kesehatan warga binaan tetap terjaga sehingga proses pembinaan dapat berjalan maksimal dan berkelanjutan. (*)
Editor : Wahyudi