Efisiensi Energi Nasional, Pemkab Jember Siapkan Skema WFH ASN dan Pembelajaran Fleksibel untuk Siswa

Reporter : Muhammad Hatta
Bupati Jember Gus Fawait Saat Berkegiatan di Jember. (dok/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Jember – Menghadapi potensi kebijakan efisiensi energi nasional akibat dinamika global, Pemerintah Kabupaten Jember mulai merancang skema Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) serta penyesuaian sistem pembelajaran bagi siswa.

Langkah ini diambil sebagai bentuk kesiapsiagaan daerah terhadap tekanan sektor energi dunia yang mulai berdampak ke dalam negeri.

Baca juga: Gelap Mata Akibat Judi Online, Tenaga Kesehatan di Jember Nekat Gasak Motor

Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait, menyampaikan bahwa meskipun hingga saat ini belum ada keputusan resmi, pihaknya telah menyusun berbagai skenario antisipatif agar pelayanan publik tidak gagap saat kebijakan tersebut diberlakukan.

“Pada prinsipnya kami siap mengikuti arahan pemerintah pusat dan provinsi. Waktu pelaksanaan akan disesuaikan dengan ketentuan yang ditetapkan. Kami memastikan seluruh perangkat telah bersiap,” ujar Gus Fawait saat dikonfirmasi awak media, Kamis (26/3/2026).

Gus Fawait menjelaskan bahwa proses adaptasi ini dilakukan secara bertahap. Sebagai langkah awal atau simulasi, Pemkab Jember sudah mulai menerapkan imbauan penggunaan kendaraan dinas secara bersama ( carpooling ) bagi pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Langkah kecil ini dinilai efektif untuk menekan konsumsi BBM sekaligus menguji koordinasi lintas instansi.

“Langkah kecil ini menjadi bagian dari simulasi. Kami ingin memastikan bahwa ketika kebijakan yang lebih besar seperti WFH diterapkan, seluruh sistem sudah terbiasa dan tidak kaget,” tambahnya.

Baca juga: Resahkan Warga Demi Konten, Tiga Pemuda Pembuat Hoaks Penampakan Pocong di Jember Diamankan Polisi

Tak hanya di lingkungan perkantoran, sektor pendidikan juga menjadi perhatian serius. Dinas Pendidikan Jember telah menginstruksikan sekolah-sekolah untuk menyiapkan dua skenario pembelajaran, yakni tatap muka (luring) dan pembelajaran daring. Hal ini bertujuan agar ritme belajar siswa tetap terjaga meski ada pembatasan mobilitas nantinya.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh opsi tersedia dan dapat dijalankan tanpa kendala. Baik pembelajaran luring maupun daring harus sama-sama siap,” tutur Bupati muda tersebut.

Wacana efisiensi energi ini muncul sebagai respons atas fluktuasi harga minyak dunia yang memicu ketidakpastian stabilitas energi nasional. Penerapan WFH dipandang sebagai salah satu solusi strategis untuk menekan beban transportasi dan operasional perkantoran.

Baca juga: Vakum 25 Tahun, Serversick Bangkit Lewat Album “Distorsi Panggung Perak”

Meski skenario telah matang, Gus Fawait menegaskan Pemkab Jember tidak akan terburu-buru mengambil keputusan final secara mandiri. Pihaknya tetap menunggu instruksi resmi dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Kami memilih untuk tetap menunggu arahan resmi, sembari memastikan kesiapan di semua lini telah terbangun dengan baik,” pungkasnya.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru