KLIKJATIM.Com | Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi membuka Posko Nasional Sektor ESDM untuk periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026 di Gedung Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Jakarta.
Dalam pembukaan posko yang direncanakan beroperasi hingga 31 Maret 2026 ini, PT PLN (Persero) menegaskan kesiapan penuh dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional serta memperkuat infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) demi mendukung kelancaran mobilisasi masyarakat.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menekankan pentingnya fungsi posko ini sebagai pusat informasi dan koordinasi untuk menjamin ketersediaan energi bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Untuk kelancaran posko Ramadan dan Idulfitri ini, yang utama itu adalah bagaimana keselamatan dan kenyamanan masyarakat, tentu ini kita perlu pastikan. Dan juga energi secara cukup yang dapat diakses oleh semua pihak tanpa kecuali, ini jadi bagian pengawasan yang kita lakukan," terangnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Posko Nasional Sektor ESDM RAFI 2026, Erika Retnowati, berharap sinergi lintas instansi dapat meminimalisir hambatan di lapangan agar masyarakat bisa merayakan hari raya dengan tenang.
“Melalui semangat kolaborasi dan sinergitas antar instansi diharapkan Posko Nasional sektor ESDM ini dapat berjalan dengan lancar dan masyarakat Indonesia dapat merayakan Hari Raya Idulfitri dengan aman dan bahagia," imbuh Erika.
Baca juga: Pemadaman Bergilir Kembali Terjadi di Gresik, PLN Buka Suara
Sementara Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa sistem kelistrikan secara agregat nasional saat ini dalam kondisi sangat mencukupi dengan proyeksi beban puncak 47,20 gigawatt (GW) dan cadangan daya sebesar 4,41 GW. Guna mengamankan pasokan tersebut, PLN mengerahkan sekitar 72 ribu personel yang tersebar di 4.137 posko siaga dengan dukungan peralatan lengkap mulai dari genset hingga unit gardu bergerak.
“Kami tidak hanya menjaga pasokan listrik secara agregat nasional, tetapi juga memastikan setiap sistem dan subsistem kelistrikan hingga ke level regional dan lokal dalam kondisi yang aman dan andal," tegas Darmawan.
Selain keandalan listrik rumah tangga, PLN juga memberikan perhatian khusus pada lonjakan pengguna kendaraan listrik (EV) yang diperkirakan mencapai lebih dari 23 ribu pemudik tahun ini. Menanggapi tren positif tersebut, PLN telah menyediakan 1.681 unit SPKLU di jalur mudik utama Trans Sumatra–Jawa–Bali.
Baca juga: Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi di Jember Diusut Bareskrim, Truk Tangki Disita
“Kami memastikan seluruh infrastruktur pengisian daya siap mendukung kebutuhan pemudik kendaraan listrik, sehingga perjalanan dapat berlangsung aman dan nyaman. Tak hanya di jalur utama mudik, secara nasional PLN bersama mitra telah menyiapkan 4.769 unit SPKLU yang tersebar di 3.097 titik strategis di seluruh Indonesia," tambah Darmawan.
Sebagai bentuk layanan ekstra, PLN turut menyiagakan SPKLU Mobile serta mengoptimalkan fitur digital pada aplikasi PLN Mobile seperti Trip Planner dan AntreEV. Layanan ini dipastikan siaga selama 24 jam bagi para pelanggan yang membutuhkan bantuan di perjalanan. Mengakhiri pernyataannya,
"Bagi pengguna kendaraan listrik yang membutuhkan bantuan, cukup melapor melalui aplikasi PLN Mobile atau hotline layanan SPKLU melalui nomor WhatsApp 087-77-1112-123, yang bisa diakses selama 24 jam," tutupnya.
Editor : Fatih