KLIKJATIM.Com | Surabaya - Untuk menghentikan laju penyebaran Covid-19, Pemerintah Kota Surabaya segera melakukan pemeriksaan rapid tes dan swab PCR secara masif. Hingga kini mereka telah melakukan 4.250 orang rapid tes dengan hasil 356 orang yang reaktif.
[irp]
Baca juga: Wagub Emil Optimis Nasabah Bank Jatim Meningkat dari 1 Juta Ditargetkan 2 Juta Pengguna
Upaya itu dilakukan karena sejak 3 bulan terakhir jumlah sebaran Covid-19 di Kota Surabaya masih tertinggi di Jatim. Dari data hingga Sabtu (9/5/2020), jumlah ODP dipantau 741 orang; PDP dalam pengawasan 936 orang; Konfirmasi dalam perawatan 487 orang; Konfirmasi sembuh 100 orang; Konfirmasi meninggal dunia 80 orang. Artinya hampir setiap hari pasien Covid-19 bertambah hingga ada yang meninggal dunia.
"Hingga saat ini ada 592 terkonfirmasi positif Covid-19. Kami tak tinggal diam untuk menghentikan laju penyebaran Covid-19 di Kota Surabaya, dengan melakukan rapid test dan swab secara masif," kata M Fikser, Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya.
Baca juga: Gubernur dan Forkopimda Jatim Bersama Ribuan Buruh Peringati May Day 2026
Dikatakan, sejak Maret hingga 8 Mei, pihaknya sudah melakukan tes swab kepada 1.083 orang. Periode Maret-April, dilakukan tes swab sebanyak 230 orang. Dalam pemeriksaan itu ada 61 positif dan 169 negatif. Selanjutnya periode 1 dampai 8 Mei, ada 853 tes swab, hasilnya ada 48 positif dan sisanya sebanyak 805 masih menunggu hasilnya.
[irp]
“Artinya, ke depan bisa saja terjadi peningkatan dari hasil terkonfirmasi, karena hasil swab yang sampai saat ini belum keluar sebanyak 805 orang,”ungkapnya.
Ditegaskan, rapid test dan tes swab yang dilakukan Pemkot Surabaya itu gratis alias tanpa biaya sepeserpun. Sebab, tes itu dibiayai langsung dari APBD. “Jadi, tes swab sebanyak 1.083 ini gratis semuanya, karena seluruhnya dibiayai oleh Pemkot Surabaya. Padahal biaya tes swab itu Rp 1.560.000 sekali tes. Nah, biaya ini menggunakan APBD karena untuk memutus mata rantai penyebarannya,” tegasnya. (hen)
Editor : Wahyudi