Tradisi Malam Songo Ramadan di Bojonegoro Masih Ramai, 484 Pasangan Resmi Menikah

Reporter : M Nur Afifullah

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Tradisi menikah pada malam kesembilan bulan Ramadan atau yang dikenal masyarakat sebagai malam songo masih diminati warga di Kabupaten Bojonegoro. Pada Ramadan 1447 Hijriah tahun 2026, ratusan pasangan memanfaatkan momen tersebut untuk melangsungkan akad nikah melalui Kantor Urusan Agama (KUA) di berbagai kecamatan.

Data sementara dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro mencatat, hingga Senin (9/3/2026), terdapat 484 pasangan yang melangsungkan pernikahan pada malam tersebut melalui layanan KUA di seluruh kecamatan.

Baca juga: Raih Nilai Sempurna, Polres Bojonegoro Borong Tiga Penghargaan dan Apresiasi dari Kapolri

Kasi Bimas Islam Kemenag Bojonegoro, H. Sun’an, mengatakan tingginya angka pernikahan pada malam Ramadan merupakan fenomena yang hampir selalu terjadi setiap tahun.

“Pada malam 9 Ramadan tahun 2026 ini tercatat sebanyak 484 peristiwa pernikahan yang dilayani oleh KUA di seluruh kecamatan di Bojonegoro. Data ini masih bersifat sementara dan kemungkinan masih bisa bertambah,” ujarnya kepada Klikjatim.com.

Berdasarkan data tersebut, Kecamatan Baureno menjadi wilayah dengan jumlah pernikahan terbanyak dengan 48 pasangan. Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Kepohbaru dengan 41 pasangan, disusul Kecamatan Kanor yang mencatat 34 pasangan menikah.

Baca juga: Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan Biosolar Bojonegoro Aman, Distribusi Dioptimalkan Pasca Libur Iduladha

Selain itu, sejumlah kecamatan lain juga mencatat angka cukup tinggi, seperti Kecamatan Sumberrejo dengan 32 pasangan serta Kecamatan Dander yang mencatat 30 pasangan.

Di sisi lain, beberapa kecamatan memiliki jumlah pernikahan yang relatif sedikit. Kecamatan Gondang hanya mencatat satu pernikahan, sementara Kecamatan Kedewan terdapat dua pasangan menikah. Bahkan hingga data sementara dihimpun, Kecamatan Ngambon dan Sekar belum mencatat adanya pernikahan pada malam tersebut.

Menurut Sun’an, bulan Ramadan kerap dipilih masyarakat untuk melangsungkan akad nikah karena diyakini membawa keberkahan bagi kehidupan rumah tangga yang akan dijalani.

Baca juga: Pertamina Klaim Stok Aman, Sejumlah SPBU di Bojonegoro Masih Kehabisan Biosolar

“Ramadan sering dimanfaatkan masyarakat untuk melangsungkan akad nikah karena diyakini membawa keberkahan bagi rumah tangga yang dibangun,” tambahnya.

Meski jumlah pernikahan meningkat cukup signifikan, Kemenag memastikan seluruh proses pencatatan nikah tetap berjalan sesuai prosedur di masing-masing KUA, sehingga setiap pasangan tetap memperoleh layanan administrasi secara resmi dan tertib.

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru