KLIKJATIM.Com | Sumenep – Memasuki hari keenam bulan suci Ramadan 2026, warga Kabupaten Sumenep mulai merasakan dampak kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok.
Komoditas seperti daging ayam, daging sapi, hingga cabai mengalami penyesuaian harga yang dinilai cukup membebani masyarakat, khususnya kalangan ibu rumah tangga.
Kondisi ini memicu kekhawatiran di tingkat konsumen akan potensi lonjakan harga yang lebih tinggi saat mendekati Hari Raya Idulfitri nanti.
Kusmiyati (45), salah seorang warga, mengungkapkan keresahannya terhadap fluktuasi harga di pasar tradisional. Menurutnya, harga daging ayam dan cabai yang biasanya terjangkau kini terus merangkak naik dalam beberapa hari terakhir.
“Biasanya beli ayam masih terjangkau, sekarang naik. Cabai juga sempat tinggi. Kami khawatir kalau mendekati Lebaran makin mahal,” keluh Kusmiyati, Rabu (25/2).
Menanggapi fenomena tersebut, Kepala Diskop UKM dan Perindag Sumenep, Moh. Ramli, menjelaskan bahwa pergerakan harga ini merupakan pola siklus tahunan yang sering terjadi saat permintaan pasar meningkat signifikan selama Ramadan.
Baca juga: Tingkat Pengangguran Jatim Turun Jadi 3,55 Persen, Khofifah Sebut Ekonomi Tumbuh Inklusif
Ramli menekankan bahwa indikator stabilitas harga tidak hanya dilihat dari perubahan angka, namun lebih kepada dua faktor utama.
Yakni ketersediaan stok memastikan barang mudah ditemukan di pasaran dan daya beli agar harga tetap berada dalam jangkauan masyarakat.
“Indikator stabilitas itu ada dua: stok tersedia dan daya beli masyarakat masih terjangkau. Selama dua hal itu terpenuhi, maka kondisi masih bisa dikatakan stabil,” jelas Ramli. Ia menambahkan bahwa faktor distribusi antarwilayah dan cuaca juga sangat memengaruhi hasil panen komoditas yang didatangkan dari luar daerah.
Baca juga: Putaran Pembuka Moto3 Junior, Pebalap Binaan Astra Honda Siap Taklukkan Sirkuit Barcelona
Untuk mencegah gejolak yang lebih luas, Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama Satgas Pangan terus melakukan pemantauan rutin ke pasar-pasar dan gudang distributor.
Langkah ini diambil guna memastikan tidak ada aksi penimbunan yang dapat memicu kelangkaan barang. Ramli juga mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terjebak dalam aksi panic buying.
“Kami harap masyarakat tetap tenang dan berbelanja secara wajar. Jangan sampai ada aksi penimbunan atau permainan stok. Pemerintah hadir dan terus mengawal agar stabilitas harga pangan selama Ramadan tetap terjaga,” pungkasnya.
Editor : Fatih