Ibu Rumah Tangga Tewas Tersengat Listrik Saat Terjadi Banjir di Jember

Reporter : Abdus Syukur
Ilustrasi Banjir yang melanda salh satu perumahan di Kabupaten Jember

KLIKJATIM.Com | Jember  - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Edi Budi Susilo mengatakan satu korban meninggal dunia karena tersengat listrik ketika korban membersihkan rumahnya saat terjadi banjir di Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji pada Kamis (12/2/2026) malam.

"Korban meninggal atas nama Siti Nurfadila (55) dan keluarga juga sudah mengikhlaskan, sehingga dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) di desa setempat," katanya di Jember, Jumat.

Baca juga: Relawan Penyeberang di Jember Tewas Ditabrak Mobil Diduga Balap Liar

Menurutnya korban sedang membersihkan rumah dan terdapat aliran listrik di kondisi rumah yang terdampak banjir, sehingga korban tersengat aliran listrik dan dibawa ke Puskesmas pembantu (Pustu) Rambipuji.

"Setelah dilakukan penanganan di Pustu Rambipuji, korban yang tersengat listrik saat banjir dinyatakan meninggal dunia beberapa menit kemudian," tuturnya.

Ia mengatakan hujan deras yang mengguyur Jember selama beberapa jam menyebabkan debit sejumlah sungai meningkat hingga meluap ke permukiman warga di beberapa kecamatan di Kabupaten Jember.

Baca juga: Nelayan Jember Hilang Tersapu Ombak Pantai Watu Ulo

"Warga yang terdampak banjir di Kecamatan Rambipuji jumlahnya paling banyak dibandingkan kecamatan lainnya mencapai 3.774 kepala keluarga (KK) yang tersebar di tujuh desa yakni Desa Rambigundam, Rambipuji, Curahmalang, Nogosari, Kaliwining, Gugut dan Rowotamtu," katanya.

Edi menjelaskan pihak BPBD Jember sudah mendistribusikan logistik bantuan ke warga terdampak dengan prioritas penanganan di Kecamatan Rambipuji karena jumlah warga yang terdampak sebanyak 3.774 KK, sehingga mendirikan dapur umum di empat desa di Kecamatan Rambipuji.

Baca juga: Jadwal Kereta Api Daop 9 Jember Tetap Normal Usai Insiden KA di Bekasi Timur

"Kami juga sudah mendistribusikan logistik untuk warga di Kecamatan Bangsalsari dan Wuluhan. Semua warga yang mengungsi sudah kembali ke rumahnya masing-masing," ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiagaannya terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem karena pihak BMKG merilis kewaspadaan cuaca ekstrem di Jawa Timur pada periode 10-20 Februari 2026.

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru